RSS

Lagi-lagi Bandel

Aku merasa bersalah. Aku sekarang menjadi anak bandel. Aku begitu berbeda ketika aku dulu di SMA. Mungkin jika aku ceritakan ke-bandel-anku ke teman-teman SMA ku, tak ada satu pun yang percaya.
Pagi ini, hari Kamis, mata kuliah pertama, Pemrograman 4. Jika kau baca postinganku sebelumnya maka kau akan tahu siapa dosennya. Hari ini aku melakukan ke-bandel-an untuk ke sekian kalinya, dan ku rasa ini yang terparah.

Di saat dosenku menjelaskan materi, aku bersama kawanku membuka program Windows Media Player dan menonton film SuperStar dengan soundtracknya Tong Lee Hei - Touch My Heart. Entah apa yang membuatku meng-iya-kan tawaran tersebut.
Aku benar-benar bandel sekarang. Mungkin karena aku jauh dari orang tua. Alasan itu tentu  tidak dapat diterima karena kuliah jauh sudah menjadi keputusanku. Itu berarti apapun yang terjadi sudah menjadi konskuensiku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PUISI BERANTAI

[intun]
Ketika buku itu terbuka
Maka putih yang terlihat
Lalu kau menarikan tinta-tinta itu
Menghias, merupa, membuatnya berwarna
Kau torehkan sekali dan selanjutnya
Mengisi baris demi baris
Penuh hingga putih mulai tertutup
Putih tak lagi putih
Namun, putih menjadi berwarna

[meonk]
Kini hitam yang terlihat
Putih entah pergi kemana
Ku balik lembaran depan buku itu
Putih tak juga nampak
Semakin tak terlihat saat buku itu tertutup

[sitti]
Namun ku tak yakin apa yang telah ku torehkan
Entah apapun itu
Kini ku buka lagi lembaran itu
Putih tak ada lagi
Yang ada hanya rangkaian kata yang menari-nari
Menutupi warna putih itu dengan liukan-liukan kata-kata itu
Ingin ku buka lembaran baru
Menuliskan lagi dengan tinta hitam yang penuh dengan angan-anganku
di suatu hari nanti

[amir]
Angan-angan yang takkan terlupakan
Angan-angan yang membuatku bertahan hidup
Angan-angan
Ingin ku penuhi buku itu, sungguh ingin
Sebagai penguat di saat ku rapuh
Sebagai pengingat di saat ku salah

#di tulis saat mata kuliah Akuntasi
dimana kelompok 7 sedang menjelaskan Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas
di Ruang 201
Polman Astra Gd. C lt. 2

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Anak Bandel

Dan di saat inilah aku menulis...
Hahahaha...Dasar anak bandel...
Selalu saja menulis di saat yang tidak tepat, apa kata ibumu, Nak, jika ibumu tahu apa yang kau lakukan selama ini. Menulis blog saat dosen menjelaskan!
Mungkin itu yang akan kalian utarakan kepadaku jika kalian melihat aku saat ini sedang apa.
"Kaca mataku ketinggalan di atas lemari" itu jawabku.
Padahal kalau kalian tahu aku memakai kacamata maupun tidak, itu tidak akan berpengaruh pada apapun, aku masih akan tetap menulis walaupun tanpa kacamata.  
"Ibu, maafkan anakmu yang cantik ini. Teman-teman, jangan ditiru ya...^^"
Ku lihat sekitar. Aku akan menghitung seberapa banyak warga 406 yang mendengarkan penjelasan dosen pengganti ini. Samping kiriku sibuk memperhatikan aku menulis, sebelahku asyik dengan manga-manganya, sebelahnya terlihat mengerjakan project atau apalah, tak begitu jelas tampilan yang muncul di layarnya. Sebelahnya, tadi nampak memperhatikan dan mencatat sedikit penjelasan sang dosen, namun setelah menguap beberapa kali, semangatnya memperhatikan dosen mulai surut. Dan sebelahnya lagi, paling ujung, ku tak tahu apa yang dia perbuat. Namun, pandangannya tak lepas dari monitor di meja kerjanya.
Beralih ke barisan depanku. Hanya satu orang yang berada di barisan itu, tepat di depanku, dan ketika ku tanya sedang apa dirinya, dia menjawab tengah asyik berbrowsing ria.
Lihatlah, pintu 406 baru saja terbuka. Rupanya gadis mungil tengil itu baru saja masuk kelas.
"Selamat siang, mbak!" hahahhahahh...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lift

"Can you press number six?"
Mendengar seseorang mengucapkan kalimat tersebut, aku langsung memencet angka 6 yang tertempel di dinding lift itu. Setelah itu ku dengar seseorang tertawa, mungkin menertawakanku. Tapi ku coba untuk tetap tenang dan terjaga. Dan setelah keluar dari lift, di lantai 5, "Hahahahahahahaha..." tawaku dan nya. 
Aku bersama dia keluar dari lift dengan penuh tawa. Kenapa? Karena orang yang mengucapkan kalimat di atas bukan tertuju padaku, namun kepada teman di depannya. 'Hmmm.. pantas saja orang tadi tertawa' batinku.
Mata kuliah pertama hari ini, Sistem Operasi. Tak seperti biasanya Sang dosen terlambat. Namun, seperti biasa dia membuatku larut dalam penjelasannya. Baru satu jam dia mengajar, pikiranku sudah mendekati alam bawah sadar. Ku rasa, sekelas ini akulah yang paling malas, sangat malas. Dan seperti yang terlihat pada deskripsi account G++, saya suka tidur dan rajin mandi. Bisa dibayangkan lah, tidur jam 11.00 pm, bangun jam 04.00 am,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lagi. Ketika aku mulai tak suka dengan keadaan, aku justru menulis. Keadaan? Keadaan seperti apakah? Keadaan yang ku maksud disini adalah saat aku harus menyelesaikan tugasku dengan waktu yang semakin menyempit. Project RPL, project PRG 4, project PRG 5 belum berbentuk sama sekali. Ditambah tuntutan keprofesionalan dari organisasi yang ku ikuti semakin menambah keadaan menjadi ruwet. Hingga saat ini, di saat dosen Statistik yang tengah menjelaskan 'Changes in the OC Curve' tak ku perhatikan.
Kalau dipikir-pikir, kapan aku pernah memperhatikan dosenku yang mengajar?
Tak seharusnya aku melakukan ini semua. Mana janjiku untuk Focus Kuliah? Aku tak melupakan janji itu, hanya saja keadaan yang memaksaku. k.e.a.d.a.a.n.
Sedari pagi aku tiba di meja kerjaku, aku justru membuka lembaran-lembaran project RPLku. Niatnya, siang ini aku ingin menemui dosen yang bersangkutan untuk konsultasi agar akhir pekan aku bisa mengerjakannya. Awalnya, esok aku baru akan melakukan wawancara, hanya saja ku pikir, ini akan membuang waktu kalau harus menunggu hari Sabtu. Akhirnya, aku bersama partnerku pergi ke sana, tempat dimana kami harus mengetahui sistem yang ada. Tempat tersebut adalah Agen Travel, sebuah tempat yang tak pernah ku datangi sebelum aku mendapat project ini. Ada satu hal yang menarik ketika aku melakukan wawancara.
Agen travel yang kami kunjungi baru berdiri 1,5 tahun. Ia belum bergabung dalam Abakus, sebuah aplikasi yang digunakan untuk booking ticket ke beberapa maskapai penerbangan secara langsung. Jadi, untuk saat ini, agen yang kami kunjungi tersebut hanya membeli aplikasi dari maskapai penerbangan yang bersangkutan sehingga jika ada customer yang ingin booking tiket dengan pesawat Lion Air, ia membuka aplikasi dari pihak Lion Air,jika ada customer yang ingin booking tiket dengan pesawat Batavia Air, ia membuka aplikasi dari pihak Batavia Air. Jadi ia harus membuka beberapa aplikasi dalam sekali waktu. Dan disitulah menariknya. Ketika ku lihat aplikasi dari Batavia Air, aplikasi tersebut berekstensi .php. Namun, ketika diperlihatkan aplikasi dari Lion Air, aplikasi tersebut berekstensi .aspx. Dan ketika diperlihatkan aplikasi dari Merpati Air, aplikasi tersebut berekstensi .jsp. Apa menariknya itu?
Bagiku menarik. Ternyata apa yang ku pelajari ternyata ada bentuk nyatanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hari ini

Ha.ha.ha.
Di ketenangan pagi ini, di saat tak ada dosen, di saat sebagian kawanku tengah sibuk mengerjakan project RPL mereka, membuat use case, activity diagram, dan sebagainya. Ku lihat kawanku yang lain begitu antusias dengan HP di tangannya (padahal bukan miliknya). Ia terlihat repot menyiapkan video khusus dibuatnya untuk kekasihnya sebagai tanda minta maaf. Anak muda jaman sekarang, mudah galau.
Sementara aku saat ini di meja kerjaku, aku ingin sejenak melupakan projectku (walau sebenarnya tiap hari ku telah melupakannya, tak hanya sejenak). Sejak pagi aku sudah melarutkan diri dalam dunia blogger. Semalam aku menerima request untuk membuatkan sebuah blog temanku. Sebagai wujud rasa cintaku pada dunia blog, aku pun mengiyakan dan menerima request tersebut. Dalam hitungan menit, blog itu pun sudah jadi, dengan desain sederhana tentunya. Tak apalah, yang penting ia sudah terdaftar dalam blogspot. Blog Of Me itulah nama blog itu. Semoga dia cepat berkembang. Tahukah kau apa yang ku lakukan selanjutnya?
Tak ingin memasuki dunia project RPL, aku meneruskan perjalananku menyusuri blogger. Kali ini aku membaca beberapa postingan yang berada di blog kakak kelasku yang dulu ku ceritakan dalam salah satu cerpenku di Wamubutabi - ku. Kalau kau ingin mengingatnya, baca sekali lagi Cerpen yang berjudul CINTA KILAT SANG JUARA. Ku rasa ia suka menulis, terbukti dengan postingan-postingan yang terupdate di blognya. Ha. Ha. Ha. Entah apa yang membuatku tertawa membaca ketika membaca blognya.Hingga tawaku harus berhenti sampai teleponku berdering.
"Hallo, siapa ini?" sapaku.
"Siapa? Masak kau tak kenal suaraku? Ini saudara laki-lakimu?"
"Siapa?" tanyaku. "Cahyadi?" tebakku. Entah kenapa nama ini yang muncul dan ku sebut.
"Iya. Masak kau tek mengenali suaraku."
"Iyya, kenapa?"
"Jadi gini, tadi pagi aku kan menabrak anak kecil. Nah, disuruh bayar 300 ribu untuk biaya rumah sakit. Aku baru bayar 300 ribu. Kamu bisa tolong aku nggak?" katanya di seberang sana.
"Tolong apa?" kataku ketakutan.
"Kamu ngomong ke polisi bilang kalau kamu adalah saudaraku. Bilang kalau keluargaku jauh, jadi tolong beri keringanan, jangan dipersulit.Selesaikan masalah ini secara kekeluargaan saja." katanya.
"Tolong ya, biar masalahku cepat selesai." lanjutnya.
Aku takut. Aku tak pernah bermasalah dengan polisi, masak sekarang aku harus ngomong dengan polisi. Tidaaaaaakk!!!
Dengan sedikit ku paksakan aku menerima telepon dari polisi. Aku mulai merasakan keanehan. Suaranya tidak terlalu jauh beda dengan orang yang mengaku Cahyadi tadi.
"Dengan ibu siapa ini?"
"Sekarang domisili dimana?"
"Apa hubungan ibu dengan Saudara Yadi?"
Aku bak diinterogasi. Takut berhubungan lebih lanjut, aku matikan telepon itu. Persetan dengan apa yang nanti akan terjadi. Telepon dari nomor asing yang mengaku Cahyadi kembali memanggil. Karena ketakutanku, aku memanggil saudara perempuanku, Intan. Ku rasa ia lebih bijaksana menghadapi situasi seperti ini.
"Tun, kamu mau bantu nggak?" bentaknya setelah aku dan Intan mencoba mengklarifikasi bahwa itu benar-benar Cahyadi atau bukan.
"Atun? Kamu memanggilku Atun?" tanyaku. Tak seperti biasa ia memanggilku seperti itu. Dan sepertinya ia tahu namaku 'atun' saat aku berbicara dengan 'seseorang yang mengaku polisi' tadi.
"Namanya juga lagi panik. Kamu bisa tolong aku nggak!" katanya.
"Sebutkan satu kata untuk meyakinkan kami bahwa kamu adalah Cahyadi yang kami kenal." Kataku dan Intan.
"Ya Alloh, bisa bantuin nggak sih!".
Aku masih  belum percaya bahwa dia benar-benar Cahyadi. Tapi logat 'Ya Alloh' sering Cahyadi asli ucapkan. Untuk meyakinkan hatiku dan juga hati Intan yang ikut bingung, Intan menelpon nomor Cahyadi asli yang ia gunakan untuk sms Intan semalam. Beruntung, teleponnya diangkat Cahyadi sesungguhnya. Sementara itu, 'orang yang mengaku Cahyadi' masih menelponku.
Bagaimana ini?
Sial. Sial. Sial. Ternyata aku sedang kena modus 'telepon nyasar' atau mungkin 'telepon yang sengaja nyasar'. Huh. Anak muda jaman sekarang, masih jaman ya ngerjain orang lewat telepon. Terima Kasih.
:D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mimpi Malam ini

5/12/2011
Tidurku malam ini tak begitu nyenyak. Namun, mimpi singkat itu memberikan kesan tersendiri bagiku. Mimpi itu benar-benar menjadi bunga tidur yang mempercantik tidurku dan tentu saja harum semerbaknya terasa hingga ku terjaga kini. Aku bermimpi pergi berdua dengan ibuku. Walau aku tak tahu tujuan kita kemana, perjalanan itu terasa menyenangkan. Kami menyusuri sungai berdua. Aku tak tahu itu sungai apa dan dimana letaknya. Jelas bukan sungai yang ada di desaku dan tentu saja bukan pula sungai yang ada di Jakarta. Sungai itu bersih dan airnya pun jernih. Walau tak nampak ikan-ikan berenang disana, sungai itu terlihat indah. Yang lebih menakjubkan adalah sisi kanan dan kiri sungai tersebut. Menjulang tinggi bebatuan yang menjadi tepi sungai itu. Kami seperti jatuh dari sebuah jurang jika ada orang yang melihat kami di atas dinding batu itu. Sangat tinggi.
Kami berjalan menyusuri sungai tersebut sambil sesekali memainkan air yang bening itu. Hingga kami dapati rumpun pohon bambu yang tumbuh di sekitar sungai. Bambu-bambu tersebut mengingatkanku ketika aku masih berseragam merah putih, aku mendapat tugas untuk membuat sebuah asbak dari bambu tersebut. Lebar dan berdaging tebal tiap ruas bambu itu, sangat indah untuk dibuat kerajinan tangan macam asbak seperti itu.
Aku kembali mencoba pergi ke dunia mimpi. Mata itu tak sanggup tuk terbuka. Lelah. Ku rasa mimpi tak sekedar mimpi. Seperti  mimpiku semalam, mungkin mimpi itu muncul karena keinginan kuat tuk segera bertemu dengan kedua orang tuaku disana. Aku ingin pulang segera. Tinggal menghitung hari dan saat ini sudah terhitung 18 hari menuju kota kecil itu.

8:14 AM
Kini aku sudah kembali lagi ke meja kerjaku di 406. Aku sudah lupa mimpi tadi pagi, namun masih ingat mimpi malam itu. Setelah mimpi menyusuri sungai bersama ibuku, mimpiku berganti ke keadaan dimana aku tengah bermain di halaman rumah tetanggaku, halaman yang dulu waktu kecil aku memang sering main di tempat itu. Pohon jambu biji depan rumahnya pun terlihat dalam mimpiku. Sungguh menyenangkan melihat buah-buah itu. Mimpi itu terlihat nyata. Aku berlari, berkejar-kejaran. Sungguh menyenangkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Toloooooonggggg!!!!

Ada apa dengan hari ini?

Bangun pada jam seperti biasa. Mandi juga. Beli makan mungkin cuma telat beberapa menit. Tapi, kenapa dengan hari ini? Kenapa hari ini ketika ku injakkan kaki di rumah tercinta, 406, ke tengok jam di dinding sebelah kiri, taraaaa…jarum pendek di angka 8 dan jarum panjang di angka 12. Terlihat cool dan mengejutkan saat masuk kelas ternyata dosen yang mengajar pagi ini sudah datang dan tengah menyiapkan bahan ajar.
Apa yang sebenarnya terjadi? Apa mungkin ini berkaitan dengan status yang ku tulis pada jam 12.04 pm semalam? Status yang mencerminkan sebuah kebahagian walau hati ini begitu kering namun seketika basah oleh air mata. Entahlah…
Semalam batinku meronta. Ingin teriak sekencang-kencangnya namun dibatasi oleh ruang dan waktu. Air mata tak bisa keluar hanya omelan yang memecah heningnya malam.
Salah memang ketika kita harus menunda pekerjaan yang harusnya bisa di kerjakan di waktu luang.Tapi apa mau dikata, sebagai manusia biasa pasti butuh istirahat kan? Apalagi dari artikel yang ku baca kemarin, orang yang bekerja dengan otak/pikiran membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak daripada orang yang bekerja dengan fisiknya. Dan sebagai mahasiswa MI, tentu otaklah yang sering digunakan daripada fisik. Tapi, kenapa ku rasa waktu tidurku begitu sedikit ya? Tidur paling cepat jam 11.00 malam, bangun jam 04.00 pagi. Padahal orang yang kurang tidur beresiko meninggal lebih cepat dibanding mereka yang tidur cukup.
Well, fokus pada kejadian semalam, di saat pikiran yang sudah bebal dipaksa tuk terus berpikir untuk membuat sebuah paper. Apa itu paper? Itulah yang menjadi major problem. Kami minggu lalu kami mendapat tugas untuk membuat sebuah paper dari dosen Bahasa Inggris. Berhubung ada masih ada waktu seminggu untuk mengerjakan maka kami mengerjakan tugas yang lain terlebih dahulu. Hingga siang kemarin ketika seminggu menjadi sehari dan sehari menjadi semalam. Aku belum menemukan tema paperku. Aku terlalu banyak berpikir "Apa sebenarnya paper itu?"
Toloooooooooonggggg....!!! 
Kemarin aku sempat bertanya pada dosenku secara SMS. Itu pun karena dorongan si Intun. Dan karena bertanya itulah aku justru semakin bingung.
Mas Sulkhan, dosen pengganti Mas Radix kini tengah menjelaskan tentang tracing. Sesaat sebelumnya, saat Mas Sulkhan menjelaskan tentang user control (yang tak ku mengerti dan aku justru tetap asyik menulis) datanglah sebuah SMS yang menanyakan apa kabar budgeting dan PEMIRA? Oh tidak. Maaf semaaf-maafnya karena saya tidak menyentuhnya sama sekali. Ya, ya, ya. Tanggal 16 Desember besok (15 hari lagi) adalah PEMIRA 2011. Tak perlu dijelaskan apa itu Pemira, yang jelas karena aku anggota MPM maka aku ikut dalam kepanitiaan Pemira 2011 ini. Aku terpilih sebagai sie Publikasi dan Dokumentasi atau yang lebih dikenal dengan Pubdoc dimana saat pembentukan kepanitiaan, aku nyaris dijadikan sebagai ketua PEMIRA 2011. Tidak, terima kasih. Aku menjalankan kewajibanku sebagaimana mestinya; membuat pamflet. Tapi rupanya aku mendapat job tambahan; menyusun budgeting dan membuat OSP. Wah, great job, thank you. :"|
"Tracing membantu saat development untuk identifikasi masalah." Suara Mas Sulkhan tak membuat ku berpaling dari menulis. Pikiranku tak menyatu dengan layar LCD yang ditampilkan. Aku justru kepikiran tadi pagi saat Anggun pagi-pagi datang ke kosan dan ketika melihatku ia berkata, "Mi, dicari Mbak Wiwik!"
hwaaaaaa....ada apaaaa????
"Ditanyain gimana proker Keputrian!" lanjut Anggun.
jedhEEEennngggg!!!!! Gimana ini? Toloooooonnggggg!!! Sabit Sabtu besok aja belum dipublikasikan gimana mau ngurus kayak gituan. Haduuuuuhhh...!!!
Apa benar ini semua ada kaitannya dengan statusku semalam (malam atau pagi ya?). Terima kasih  pada kalian yang memberikan jempolnya pada status saya. Beginilah kira-kira bunyinya
benar-benar H-22
Selamat datang bulan Desember
KAMI sudah menantikanmu
"Ada pertanyaan?" Mas Sulkhan menyapa kami. Hening. Tak ada yang memperhatikan (termasuk aku), hanya segelintir orang yang menatap layar lebar di depan. Kini materi sudah di modul 8, penggunaan user control.
Pulaaanggg...aku ingin pulaaang...tahukah kau kalau aku ingin pulaaaannggg...terlalu banyak yang dipikirkan disini...sejenak ingin ku lupakan dunia Polman ini...Toloooooooonggg
Sejenak aku ingin meninggalkan kehidupan ini
kemana kek...
Sejenak aku ingin lari dari kenyataan ini
apa kek...
Hah. Sudahlah. Ku rasa cukup aku menuliskan kepusingan ini. Bagi para pembaca, bukan tanggung jawab saya jika setelah membaca tulisan ini kalian ketularan pusing. Sekian.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Minggu Kelabu

11/27/11
Hening, kosong, dan hampa. Bosan, suntuk, dan ngantuk, itulah yang ku rasa kini. Makan dan tidur adalah pekerjaan rutin akhir pekan.  Bosan tidur maka laptop dibuka sekedar online di jejaring facebook yang tak seramai dulu. Sungguh akhir pekan yang menyedihkan dan hari ini adalah hari minggu kelabu.
Di rumah berenam kamar yang disewakan sebagai kosan ini hanya terlihat beberapa orang yang berlalu lalang, tak seramai jika semua penghuni kamar ada di kosan. Aku bersama teman sekamarku pun termasuk orang yang selalu stay di kosan, tak ada pekerjaan, tidak ada kegiatan, tidak ada yang mengajak jalan, hanya menikmati sunyinya kosan. Entah dimana penghuni lainnya, mungkin pulang ke rumahnya, pulang ke tempat saudaranya, atau justru jalan-jalan dengan pacarnya. Mungkin juga ada yang mengerjakan project kecilnya seperti penghuni kamar depan kamar.
Aku ingin seperti mereka yang tiap pekannya pulang ke rumah merasakan hangatnya rumah. Walaupun sebenarnya kosan sudah hangat (bahkan panas) tak ada yang bisa menggantikan hangatnya keluarga. Tidak seperti sekarang ini berduaan dengan orang yang sama mengenaskannya denganku. Hanya bisa berucap bersama-sama, “Aku ingin pulang”. Bagaimana tidak, perjalanan menuju sweet home membutuhkan waktu paling tidak 13 jam. Tidak menutup kemungkinan bagi kami untuk menempuh perjalanan panjang itu. Jumat sore berangkat, Sabtu pagi sampai rumah, Sabtu siang istirahat, Minggu pagi jalan-jalan, dan Minggu sore kembali berangkat menuju kota perantauan. Banyak sudah yang melakukan perjalanan itu, tapi bagi kami, terlalu letih dan terlalu nekat untuk melakukan perjalanan tersebut. Hingga hari ini, hampir 3 bulan kami menikmati akhir pekan yang menyedihkan.
Mungkin ada yang bertanya, “Kenapa kalian tidak jalan dengan pacar kalian?” PACAR? Terbuat dari apa makanan itu? Yang kami tahu adalah agar-agar rasa coklat yang saat ini kami masak. Apakah pacar juga manis seperti gula yang ku tuangkan ke dalam adonan agarku? Tak tahulah. Sepertinya kami masih terlalu kecil untuk menikmati apa itu pacar.
Sebenarnya ada banyak yang hal yang bisa kami kerjakan. Berpetualang mungkin?! Secara sudah setahun kami disini, hanya beberapa tempat yang baru kami kunjungi. Selebihnya hanya kami lewati, itupun tak semuanya. “Lantas kenapa kalian tak berpetualang?” Apa yang ada di benak kalian ketika melihat 2 gadis mungil di tengah jalan tersesat tak tahu arah dan lihatlah mukanya yang penuh peluh karena teriknya sang mentari. Bayangkan kembali jika kedua gadis mungil itu adalah aku dan teman sekamarku. Akankah kalian akan tertawa? Atau justru merasa kasihan? Atau iba hingga kalian memberi recehan kepada kami? Tidak. Terima kasih.
Kini ku dan nya menanti agar yang baru saja kami tuangkan ke wadah yang entah siapa pemiliknya. Pembuatan agar kali ini tergolong berhasil, tidak seperti waktu itu, ketika si kecil Miyako menyemburkan isi yang dikandungnya. Ku rasa sekarang sudah cukup mengeras.
Ragunan :)
Entah apa yang ku pikirkan sesaat, sepertinya sama dengan yang ia pikirkan. Mau apa kita? Kami senang mendapat libur akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Kenapa? Karena kami bisa terlepas sejenak dari dunia perkuliahan. Walau ada tugas setidaknya kami diberi kesempatan 2 hari untuk tidak memikirkannya. Akan tetapi mengapa akhir pekan kami seperti ini? Begitu membosankan dan bingung tuk beraktivitas. Belajar? Siapa pula yang belajar di akhir pekan seperti ini. Nonton TV? Bukan karena gambar yang tidak jelas, tapi lebih kepada minat kami yang semakin lama semakin surut dengan acara-acara di TV. Tidur? Dalam sehari kami bisa menghabiskan waktu lebih dari 10 jam untuk tidur. Belanja? Maaf, uang kami terbatas. Jika saja kami punya pohon uang, pasti mal-mal besar itu sudah kami beli. Jalan-jalan? Kalian ingin lihat kami tersesat lagi. Lagi? Iya. Kami pernah tersesat. Sungguh mengenaskan. Agustus lalu, di awal-awal bulan Ramadhan, aku meminta dia untuk mengantarku ke Harco, menyembuhkan Acep yang tengah sakit. Dan karena dia ingin membeli flash disk titipan kawannya, maka ia pun mengiyakan. Sebelumnya kami pernah ke Harco namun dengan kendaraan umum. Metromini 27 atau busway. Akan tetapi siang itu kami memilih bersama Ova “Onky” untuk pergi kesana. Berbekal ilmu yang minim tentang jalan di ibukota, kami memulai perjalanan itu. Yang kami tahu, cukup mengikuti jalur busway arah Ancol, maka kau akan sampai ke Harco. Kami ikuti jalur itu, hingga di perempatan itu. Rupanya busway dengan arah yang sama mempunyai rute yang berbeda. Satu menuju Ancol dan satu lagi menuju Monas. Dan sialnya kami mengikuti arah menuju Monas. Maju terus mencari belokan berbalik arah. Jauh juga rupanya. Soal panas jangan ditanya. Sudah tentu panasnya tiada terkira, apalagi dalam keadaan puasa. Ya, beginilah hidup. Akankah ‘tersesat’ akan terulang kembali?
Sebenarnya akhir pekan seperti ini aku ingin sekali jalan-jalan, tapi beramai-ramai. Seperti saat itu, pergi ke Ancol atau ke Ragunan. Nyasar, nyasar bareng. Capek, capek bareng. Satu tempat wisata yang sampai saat ini aku masih ingin kesana walau semua kawanku tidak menyukainya, Mekar Sari. Mereka lebih memilih untuk berkunjung ke Kebun Raya Bogor. Keinginan setiap orang memang berbeda. Mekar Sari, mengingatkan ku jaman SMA dulu. Kecintaanku pada dunia tumbuh-tumbuhan khususnya buah-buahan membuatku bermimpi suatu saat aku punya taman buah seperti Mekar Sari dan akan ku beri nama Mekar Putik. Khayalan konyol. Mungkin takkan pernah terwujud. Tak apa. Tapi ku harap setidaknya sekali dalam seumur hidupku aku pernah ke Mekar Sari. (Lebay).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Telpon Sore Ini

Tahukah kau kawan jika sore ini baru saja ditelpon ibuku. Yippyy. Terakhir kali ditelpon kapan ya? Sepertinya bulan lalu saat aku stress tingkat dewa. Dan apakah telepon kali ini dikarenakan aku stress kembali? Oh, tidak. Telepon kali ini hanya konfirmasi apakah aku akan menggunakan kereta Senja Utama atau Fajar Utama. Hmmm... akan kemanakah aku?

Seperti statusku hari ini "H-27", mungkin semua warga Polman ASTRA tahu apa maksudnya. Secara tanggal itu adalah tanggal yang dinanti-nanti. Mari kita hitung H-27. Sekarang tanggal 26 November maka 27 hari lagi adalah tanggal dimana Polman sepi karena para warganya melakukan perjalanan panjang. Ya, walaupun ada yang bilang libur tanggal 23 Desember masih belum fix libur, tapi kebahagiaan sudah terasa. Bayangkan, hampir 4 bulan tak merasakan masakan emak, betapa keringnya hidup ini.
Dan saat ini, aku menantinya, 23 Desember 2011, tanggal dimana aku melakukan perjalanan panjangku untuk pertama kalinya di tahun keduaku. Sepertinya di tahun ini aku takkan kesepian dan sendiri karena aku punya adek sekarang. Well, di tahun pertamaku sudah 5 kali perjalanan panjang yang aku tempuh. Tahun pertama yang penuh cerita. Mulai dari tas hitam yang ku beli di Ramayana (dengan harga yang fantastis tentu saja) dirobek orang (beruntung tak ada yang hilang) hingga akhirnya aku harus kehilangan C3ku. Tak hanya itu. Banyak pengalaman yang tak terlupa. Perjalanan ketiga kalau tak salah, dimana aku nekat tidak masuk kuliah hari Jumat. Ya, kamis libur dan aku memanfaatkannya. Sebenarnya aku bukan tipe orang yang mudah bolos. Walaupun hari itu hanya satu mata kuliah dan bahkan kosong aku pasti tetap akan berangkat kuliah. Tapi berhubung saat itu sudah sangat dan amat ingin pulang, maka untuk pertama kalinya aku bolos kuliah. Lima hari aku di rumah cukup mengembalikan semangatku. Entah kenapa aku kembali ke Jakarta menggunakan bus (sepertinya karena di perjalanan panjang keduaku saat aku kembali ke Jakarta menggunakan kereta ekonomi, kejadian robeknya tasku terjadi sehingga perjalanan ketiga menggunakan bus). Jadi, ceritanya minggu sore aku berangkat dari rumah. Biasanya kalau perjalanan lancar maka jam 6 pagi sudah bisa dipastikan aku sampai di Jakarta. Sayangnya perjalanan tidak lancar. Baru berjalan berapa kilo dan belum keluar kota, bus sudah harus ganti ban. Lama nian. Dan akhirnya aku pun sampai di Jakarta jam 8.30 pagi. Padahal, saat itu adalah jam mata kuliah Manajemen Produksi. Sesampainya di kosan mandi sebentar dan untuk pertama kalinya naik ojek sepeda menuju kampus. Di kampus rupanya teman-teman sedang duduk-duduk di depan 406, markas besar MI 2010 Family. Ternyata dosen ManProd tidak hadir. Huh, lega.
Hmmm...apalagi ya? Oia perjalanan pertamaku. Aku pulang pertama kali naik bus. Tiket bus pun dibelikan kawanku. Tiket bus Sumber Alam di Pulo Gadung dimana aku belum pernah ke Pulo Gadung. Aku hanya diberitahu kalau aku harus naik 41 agar sampai di terminal Pulo Gadung. Berhubung aku tak tahu wujud terminal Pulo Gadung, maka saat metromini berhenti di antara angkot-angkot yang cukup banyak maka aku pun turun karena ku lihat ada penumpang yang membawa banyak tas yang juga turun. Ku kira sudah sampai di terminal. Dan saat aku bertanya pada orang disekitar situ ternyata aku harus naik 41 tuk sampai ke terminal. Ya, aku salah turun. (-.-)".
Akan tetapi, dari sekian perjalanan yang paling menyedihkan adalah perjalanan terakhir kemarin. Sudah diturunkan di daerah yang tak ku kenali, aku juga harus kehilangan nomor kesayanganku.  Bagaimana ceritanya hingga aku harus diturunkan di Pondok Ungu, kawasan yang bisa dibilang daerah Bekasi. Beruntungnya ada mbak-mbak yang juga ingin ke Pulo Gadung, jadi kami naik angkot dari Pondok Ungu ke Pulo Gadung. Kami berpisah di Pulo Gadung. Mbaknya naik busway dan aku sholat subuh terlebih dahulu. Seusai sholat subuh aku meneruskan perjalananku dengan naik metromini 41. Sialnya saat turun di Plumpang, HP yang belum genap 1 tahun itu harus melayang ke tangan orang lain. Sedih. Tapi yang membuat sedih karena aku harus kehilangan nomor yang menemaniku empat tahun lebih, 081915459085. Sampai sekarang pun aku masih mengingatnya. Tak terlupakan. Hmm... semoga pengalaman-pengalaman buruk itu takkan terulang di tahun keduaku.
Aku tak ingin kembali ke Jakarta dengan bus, itulah yang ku katakan pada ibuku. Ibuku pun tahu akan hal itu. Oleh sebab itulah, untuk persiapan kembalinya aku dari perjalananku besok, sore tadi aku mengirim SMS ke ibuku untuk menyiapkan tiket kereta untuk tanggal 1 Januari. Tak ingin aku kehabisan tiket seperti waktu itu. Tahukah kau apa yang ibuku katakan sore tadi saat menelponku? Besok lagi jangan bikin kredit lagi. Kemarin balik ke Jakarta lebih cepat karena untuk bayar kredit kan? Besok-besok nggak usah ikut lagi biar puas di rumah dan tidak kehabisan tiket. Iyya, ibu. Yang membuatku senang adalah jawaban ibu saat ku katakan harga tiket kereta bisnis mencapai 190 ribu. Kau tahu jawaban ibuku? Yo ra po po to? Ora sesasi pisan kog! Aku yakin toh kalau aku pulang sebulan sekali pun ibuku pasti akan memberikan yang terbaik untukku. Terima kasih, Ibu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sepatuku???

11:11 AM
Kata orang, siapa saja yang melihat angka tersebut pada jam digital atau alat penunjuk waktu lainnya, ia akan bertemu dengan orang yang ingin ditemuinya. Hmm..mungkin itu hanya kata dia. Yang jelas, benar atau tidaknya mitos tersebut, saat ini aku ingin bertemu dengan sepatu.
Hey sepatu, dimana kau?
Seperti kebiasaanku di kelas, ketika aku menumpukan badanku di sebuah kursi di depan meja kerjaku, aku selalu melepas sepatuku, menaikkan kedua kaki ke kursi, duduk bersila. Tak ada yang keberatan dengan sikapku yang satu ini. Aku justru menemukan seorang teman yang memiliki kebiasaan yang sama. Sayangnya ia tak masuk kuliah hari ini. 
Hingga tragedi ini terjadi. Walau bukan untuk yang pertama kalinya, kali ini cukup mengesalkan. Beginilah ceritanya.
Pagi ini aku bangun kesiangan (sepertinya ini tak ada hubungannya). Aku tiba di kampus sudah pukul 7.30 lebih (ini juga tak ada hubungannya, namun inilah awal ceritanya). Sudah terlambat. Tak apa. Hari ini mata kuliah Pemrograman 5. Sang dosen masih menunggu teman-temanku yang belum berdatangan. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya sang dosen mulai angkat bicara. Sambil membawa selembar kertas di tangannya ia menuju papan tulis.
"Hari ini kita bagi kelompok kecil ya." kata sang dosen sambil menuliskan nama-nama warga 406 di papan tulis.
Aku tak bisa melihat jelas nama-nama yang dituliskan sang dosen. Kacamataku tertinggal di atas lemari kosan. Kini, aku pun tak peduli siapa kelompokku karena seperti yang sudah pernah ku tuliskan "Terserah kau akan berkelompok dengan siapa saja, yang terpenting kau bisa berkomunikasi baik dengannya." Hingga empat kelompok, namaku belum tertulis. Rupanya di kelompok 5 lah namaku disematkan, Zaitun. Aku satu kelompok dengan pemilik blog Gudang Ingatan dan satu lagi, warga no. 13. Well, nice group!
"Tugasnya adalah kalian membuat Toko Online dimana setiap kelompok berbeda-beda."
Oke. Setelah semua mendapat kelompok masing-masing, kami mengelompok sesuai dengan kelompoknya. Dan aku bertiga bersama kelompok mengelompokkan diri di pojokan. Berdiskusi. Dan walau pun aku tak berada di meja kerjaku, aku tetap melakukan kebiasaanku. Kaki naik kursi. Taraaaaaa....
Kelompok 5 pun mulai merancang Toko Online kami, dan muncullah ide cemerlang itu. Toko Bunga Online, GUMILAY Florist. Dan di tengah kesibukan kami merancang Toko Online ini, salah satu orang dari Pakaian Online berkunjung. Rupanya ia berkunjung tak sekedar berkunjung
Setelah rancangan kami buat, kini saatnya kami mengajukan rancangan kami tersebut kepada sang penanam saham (sang dosen). Di saat itulah, aku mulai sadar. Sadar akan hilangnya sepatuku sebelah kanan. Sepatuku dimanaaaaaaaaaaa???hwaaaaaaaaaa.....toloooonnnggggg...
Baiklah aku menghadap sang dosen. Upz, rupanya sang dosen sedang tidak bersepatu. Sama mbak, ya ampuuunn...tapi sepatunya nggak hilang kan ya mbak? lantas sepatuku dimana?Aku sudah keliling kelas, membuka seluruh lemari tetap saja tak ada. Mungkin aku kurang teliti. tapi? Aku sudah bertanya pada si 'orang' dari Pakaian Online. Hmm...dia hanya memberi clue, "masih inget nggak dulu pas ilang, sepatunya dimana?"
Hmm...'orang' ini adalah orang yang dulu juga pernah menggelapkan sepatuku. Hingga saat ini, keberadaan sepatuku belum juga ditemukan. Tooloooooooooonngggg!!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

UTS Terakhir

Kehebohan ini baru saja terjadi ketika anak-anak sekelas menentukan avatarnya. Ada yang menjadi Doraemon, Doremi, Giant, Jaeco (adik Giant), Ibu Nobita, hingga monyetnya P-Man. Ada saja kekreativitasan yang tercipta dalam kelas ini. Namun, kehebohan ini tak berlangsung lama karena dalam hitungan menit dosen Sistem Operasi segera masuk ke kelas dengan memasang muka datar. Ya, beginilah dosenku yang satu ini. Terlihat cool dan santai.
Sang dosen meminta waktu beberapa menit untuk memasukkan soal UTS (P) ke dalam OES. Aku yang menunggu justru mengetik ini. Sementara ku tengok depan, samping, dan serong ku terlihat lemas, pusing. Entah karena hari ini UTS terakhir atau memang kondisi mereka sedang kurang fit. Padahal malam ini adalah malam final Sea Games cabang olahraga sepak bola antara Indonesia vs Malaysia. Apa hubungannya ya? Apa mungkin mereka sakit karena memikirkan pertandingan final malam ini? Entahlah, semoga mereka baik-baik saja dan bias mengerjakan UTS dengan baik.
Aku masih menunggu. Ku rasakan lapar karena siang ini aku tak makan sesuap nasi. Siang ini aku harus ikut mengurusi persiapan sosialisasi PEMIRA 2011. Dan akhirnya soal pun sudang terpasang di OES.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
Aku baru saja menyelesaikan UTSku. Monday, 21 November 2011, 04:09 PM adalah waktu pengumpulanku. Itu artinya sisa waktuku 21 menit. Sepertinya aku harus berterima kasih kepada beberapa orang. Yang pertama, Adinggar, terima kasih atas jawaban nomor 2 (lho?). Dan yang kedua, Raharjo, tak ada ruginya belajar bareng bersamamu. Programku jadi lebih berwarna karena ilmu yang kau ajarkan. Apalagi jurus sleep mu, itu jurus yang paling aku suka. Terima kasih sudah memberitahukan cara membungkus program itu dalam sebuah fungsi sehingga memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Selanjutnya terima kasih untuk sang dosen yang duduk tenang di pojok depan. Dan yang terakhir, terima kasih untuk MI 2010 Family, Terima kasih atas kerja samanya.Well, I LOVE TODAY. ^^. Thank you God for this Day.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz


Dan setelah server ditutup....
"Hwaaaaaaaaa......tolooooooooooooooooongggggg akuuuuuuu..... akuuu terdholimiiiiiii......"
Bagaimana tidak, setelah semua selesai, tak ada yang mengerjakan, semua merapat ke mejaku dan mengatai aku "@14y". Tidaaaaaaaaaaaaaakkkkkk.... Semua ini karena Raharjo. (padahal baru saja aku mengucap terima kasih kepadanya). Jadi beginilah cerita yang sesungguhnya. Sewaktu mengerjakan keadaan tak sehening yang terlihat. Aku berkomunikasi dengan beberapa orang. Samping kanan, depan, serong kanan, seberang samping kanan, termasuk Raharjo. Dia memamerkan programnya. Dan begitulah, ia mengerjakan sesuai dengan apa yang kami pelajari tadi siang. Dan siapa tahu, ia mengumpulkan tugas 'program' yang hitam putih, padahal aku menerapkan 'kewarnawarnian' dalam programku. Walhasil, aku dikatai alay karena warna-warni yang ku pakai. Sebenarnya tak masalah aku mau dikatain apa saja, hanya saja aku merasa 'nggak enak' karena aku menerapkan teori yang pengajarnya saja nggak menggunakan. Maaf :( Takutnya kan nilaiku lebih tinggi, kan jadi nggak enak. Tapi, semoga ini menjadi keberuntunganku karena satu tahun kebelakang aku tak pernah mendapat nilai A dari dosen ini. 
Kejadian ini mengingatku tentang seorang kawan yang sampai saat ini duduk di depanku. Entah UTS atau UAS dan dengan dosen yang sama, ia mengumpulkan tugas berwarna. Di saat cmd seluruh anak sekelas berwarna hitam, ia menggunakan warna hijau. (Semoga ingatanku ini benar. Tapi setahuku memang demikian). Yang jelas saat ini aku sudah mendapat SMS untuk segera turun ke bawah mempersiapkan sosialisasi PEMIRA 2011. Tunggu sebentar lah, tak enak jika menulis setengah jalan. Biar ku selesaikan tulisan ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bingungku

Aku tengah dilanda kebingungan.Walau sebenarnya kebingungan itu belum terlalu memuncak. Setelah kemarin Jumat aku menutup mata kuliah Bahasa Inggris dengan presentasi yang berjudul Cat, kini aku harus kembali menyiapkan materi untuk tugas Teknik Komunikasi, presentasi 20 menit non-stop. Dalam waktu 20 menit aku harus presentasi dan sudah termasuk tanya-jawab. Apa ya yang akan aku angkat sebagai bahan presentasi? Tak mungkin kan aku akan membahas kucing lagi.
Sebenarnya terlintas dalam benakku untuk membahas keunikan negara Jepang, tentang makanan-makanannya, tempat wisata, sifat orangnya, serta hal-hal unik tentang Jepang, misalnya orang Jepang tidak suka angka 4 dan 9 karena dianggap angka sial sehingga hotel-hotel pun tak ada kamar nomor 4 dan nomor 9. Begitu banyak keunikan tentang Jepang dan aku ingin sekali mengangkatnya menjadi bahan presentasi untuk mata kuliah Teknik Komunikasi. Namun, setelah ku pikir-pikir jika dalam 20 menit sudah mencakup tanya jawab, pertanyaan apa yang sekiranya terlontar untukku. Sepertinya aku harus mencari 'sesuatu' lagi yang menarik untuk dipresentasikan. Tapi apa ya? Have you got any idea?
Sejauh ini aku mengerjakan tugas sesuai dengan kesukaanku. Seperti tugas presentasi Bahasa Inggris, aku membahas Kucing karena aku memang suka kucing. Aku mengerjakan tugas Pemrograman 5 ketika aku mendapat tugas membuat website pribadi, terserah apa isinya yang penting sesuai dengan format yang telah diberikan. Beberapa hari sempat mengalami kebingungan, ujung-ujungnya aku membuat website yang tak jauh dari sesuatu yang ku senangi. Website Kebudayaan Purworejo. Mengerjakan sesuatu yang kita senangi memang jauh lebih menyenangkan. Apapun itu kalau kita senang, pasti selalu saja mudah untuk menjalani. Begitu pula dengan hidup ini. Ada seorang teman berkata padaku, "Enak ya jadi kamu. Nggak pernah punya masalah. Hidupmu terasa menyenangkan." Sebenarnya bukan karena aku tak punya masalah, tapi bagaimana caraku dalam menghadapi masalah tersebut. Dan seperti yang ku katakan senang-->mudah. Membuat kita senang akan sesuatu yang tidak kita sukai memang susah. Tapi bukan berarti kita tidak bisa senang akan keadaan bukan?
Ketika masalah datang buatlah keadaan menjadi nyaman sehingga hatimu senang. Kalau hati senang kan semua gampang (*ting). Tapi kalau bingung gimana ya? Kalau kata orang sana jika kita bingung disuruh ndodhok alias jongkok. Kalau orang sini jika kita bingung disuruh pegangan. Aku tak tahu apa hubungan antara bingung, jongkok, dan pegangan. Mungkin mereka masih dekat hubungan kekerabatannya atau mungkin mereka itu senyawa yang terpisah ikatannya. Entahlah, aku pun tak tahu. Yang aku tahu sekarang aku bingung memikirkan tugas Teknik Komunikasi ku. Sesuatu yang aku senangi, apa ya? #masih bingung.

Sebenarnya saat sang dosen memberikan tugas itu, beliau sudah menentukan jadwal presentasi. Presentasi dimulai dari absen nomor 1. Berhubung namaku berakhiran S, maka aku mendapat urutan terakhir. Kenapa? Karena namaku diawali huruf Z. Sepertinya kebingunganku mulai berdampak buruk pada tulisanku. Lihatlah tulisan ini tiba-tiba menghitam, miring, dan kemudian bergaris bawah. Tak lama kemudian tulisan itu tercoret dengan garis hitam . Sudahlah, biarkan saja.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Spesial Tere Liye

Aku bukan lah orang yang senang membaca, apapun itu. Entah buku, koran, majalah, website, atau apalah. Aku tak suka, tak tertarik. Semasa aku SMA, melihat kawanku membawa sebuah novel tebal, aku tak sedikit pun tertarik untuk membacanya. Novel setenar apapun aku tak berminat. Bahkan ketika novel itu difilmkan dan film itu booming, aku hanya menyentuhnya. Lagi-lagi ku katakan, tidak tertarik. Hingga aku sekarang ini, ketika aku dipertemukan dengan dia, seorang sahabat yang begitu suka dan cinta dengan novel dan komik. Aku diperkenalkannya dengan keasyikan membaca novel. Novel pertama yang ia pinjamkan kepadaku, karya Andrea Hirata, Dwilogi Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas. Butuh waktu beberapa hari untuk menyelesaikannya. Dan novel kedua yang ku baca, Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy. Novel yang menyita waktu liburanku di rumah.
Ibarat sebuah pertemanan, aku sudah kenal dengan keasyikan membaca novel. Namun, aku belum bisa akrab dengannya. Hingga suatu hari entah kebetulan atau tidak, dia menemukan seorang penulis yang membuatku jatuh cinta akan karya-karyanya. Novel luar biasa dengan penyampaian cerita yang sederhana, mudah mengerti, tidak bertele-tele, dan menyentuh hati. Novel karangannya yang tebalnya lebih dari 5 cm bisa ku habiskan dalam waktu kurang dari 2 hari. Ceritanya sungguh menarik dan membuat orang penasaran. Sekali membaca novelnya maka kau akan tertarik dengan novel-novelnya yang lain. Mungkin kau tak kan percaya sebelum kau membuktikannya dengan membaca novel-novelnya. Berikut akan aku tuliskan kata-kata (quotes) yang terdapat dalam novel-novel Tere Liye. Mungkin dengan membacanya kau akan menemukan “sesuatu” yang bisa mengubah hidupmu.

“Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...
Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.
Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku.
― Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa ”

“Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin kerana kekurangan fizikal, tidak ada kesempatan, atau tidak pernah 'terpilih' di dunia yang amat keterlaluan mencintai harta dan penampilan wajah.) Yakinlah, wanita-wanita solehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, bersedekah dan berkongsi, berbuat baik dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari syurga. Dan khabar baik itu pastilah benar, bidadari syurga parasnya cantik luar biasa.”
― Tere Liye, Bidadari Bidadari Surga

“Maha Suci Engkau Ya Allah, yang telah menciptakan perasaan. Maha Suci Engkau yang telah menciptakan ada dan tiada. Hidup ini adalah penghambaan. Tarian penghambaan yang sempurna. Tak ada milik dan pemilik selain Engkau. Tak ada punya dan mempunyai selain Engkau.
Tetapi mengapa Kau harus menciptakan perasaan? Mengapa Kau harus memasukkan bongkah yang disebut dengan "perasaan" itu pada mahkluk ciptaanMu? Perasaan kehilangan...perasaan memiliki...perasaan mencintai...
Kami tak melihat, Kau berikan mata; kami tak mendengar, Kau berikan telinga; Kami tak bergerak, Kau berikan kaki. Kau berikan berpuluh-puluh nikmat lainnya. Jelas sekali, semua itu berguna! Tetapi mengapa Kau harus menciptakan bongkah itu? Mengapa Kau letakkan bongkah perasaan yang seringkali menjadi pengkhianat sejati dalam tubuh kami. Mengapa? ”
― Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa

“Daun yang jatuh tak pernak membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.”
― Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

“saudara-saudara kita menjadi tameng api neraka kita , maka berbuat baiklah pada mereka ...sungguh, saudara kita akan menjadi penghalang siksa dan azab himpitan liang kubur..”
― Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa

“kebahagiaan adalah kesetiaan.. setia atas indahnya merasa cukup.. setia atas indahnya berbagi.. setia atas indahnya ketulusan berbuat baik..”
― Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah

“Bagi manusia, hidup itu juga sebab-akibat, Ray. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu.... Saling mempengaruhi, saling berinteraksi.... Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit.”
― Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”
― Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

“Penjajah itu tidak tahu kekuatan bersabar. Kekuatan ini bahkan lebih besar dibandingkan peledak berhulu nuklir. Alam semesta selalu bersama orang-orang yang sabar.”
― Tere Liye, Ayahku (Bukan) Pembohong

“Hanya orang-orang dengan hati damailah yang boleh menerima kejadian buruk dengan lega.”
― Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

“Ibu, rasa nyaman selalu membuat orang-orang sulit berubah. Celakanya, kami sering kali tidak tahu kalau kami sudah terjebak oleh perasaan nyaman itu... Padahal di luar sana, di tengah hujan deras, petir, guntur, janji kehidupan yang lebih baik boleh jadi sedang menanti. Kami justru tetap bertahan di pondok reot dengan atap rumbia yang tampias di mana-mana, merasa nyaman, selalu mencari alasan untuk berkata tidak atas perubahan, selalu berkata 'tidak'...

Ibu, rasa takut juga selalu membuat orang-orang sulit berubah. Celakanya, kami sering kali tidak tahu kalau hampir semua yang kami takuti hanyalah sesuatu yang bahkan tidak pernah terjadi... Kami hanya gentar oleh sesuatu yang boleh jadi ada, boleh jadi tidak. Hanya mereka-reka, lantas menguntai ketakutan itu, bahkan kami tega menciptakan sendiri rasa takut itu, menjadikannya tameng untuk tidak mau berubah.”
― Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah

“Benarlah. Jika kalian sedang bersedih, jika kalian sedang terpagut masa lalu menyakitkan, penuh penyesalah seumur hidup, salah satu obatnya adalah dengan menyadari masih banyak orang lain yang lebih sedih dan mengalami kejadian lebih menyakitkan dibandingkan kalian. Masih banyak orang lain yang tidak lebih beruntung dibandingkan kita. Itu akan memberikan pengertian bahwa hidup ini belum berakhir. Itu akan membuat kita selalu meyakini : setiap makhluk berhak atas satu harapan.”
― Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah

“Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya.”
― Tere Liye, Kisah Sang Penandai

“Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan. Kemudian kau akan membenak pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tahu apa itu, karna ilmumu terbatas. Kau hanya yakin , bila tidak di kehidupan ini suatu saat nanti pasti akan ada yang lebih mempesona dibanding menatap sepotong rembulan yang sedang bersinar indah.”
― Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

“Gadis kecil itu benar sekali.. mengapa dunia diciptakan dengan penuh perbedaan. Yang satu dilebihkan dari yang lain... ada yang bisa melihat. Bisa mendengar, ada juga yang tidak. Ada yang cerdas, ada yang tidak. Apakah semua itu adil? Apakah takdir itu adil? Padahal bukankah semua pembeda itu hanyalah semu. Tidak hakiki. Ketika sang waktu menghabisi segalanya, bukankah semua manusia sama...”
― Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah
Bagaimana menurutmu? Cukup menyentuh hati bukan? Kini bukan hanya dia yang menanti novel Tere Liye yang lain, namun aku juga.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

:(

Begitu sedihnya ketika ku dapati flashdisk orange ku corrupt. Berawal ketika UTS tadi dan ternyata merambat kemana-mana. Di tengah kesedihan itu, aku berniat untuk memformat ulang flasdisk bernama MEO^^NK itu. Namun, aku bukan seorang yang bodoh yang langsung memformat begitu saja. Aku menyelamatkan file-file yang masih bisa diselamatkan. Dan di antara file tersebut, terdapat file berekstensi .docx dengan judul Mungkin. Dan ketika ku buka, demikian lah adanya.

18 Oktober 2011
Mungkin aku hanya berhalusinasi. Dan mungkin tak seharusnya ku tuliskan mungkin karena pada kenyataannnya aku memang hanya berhalusinasi, sekedar berangan-angan. Entah mengapa sedari kemarin aku mendengar deburan ombak selatan. Ku yakin itu jelas bukan suara ombak pantai selatan. Mungkin itu suara angin yang sedikit keras yang akhir-akhir ini sering menghempas Jakarta.
Sekarang aku tengah tak peduli pada sekitarku. Bahkan ketika semua mulai mengelompok sendiri sesuai dengan kelompoknya, aku tetap duduk santai serasa tak punya tanggungan. Ku biarkan kelompokku yang mencariku. Itu pun kalau mereka ingat aku adalah kelompoknya. Terserahlah. Hari ini aku sedang tak  bersemangat.
Hampir sebulan tulisan itu bersarang di flashdiskku.Aku merindukan rumahku. Tiga bulan sudah aku tak berada di rumahku disana. Aku ingin pulang. Tapi mungkin keinginan itu baru akan terwujud sebulan mendatang. Lebih dari sebulan aku harus menunggu hari yang bahagia itu.Walau bahaya di luar membayangiku, aku tak pernah takut untuk melakukan perjalanan itu sendiri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tragedi Indah ^^

Pagi yang indah ya? Begitu terik dan menyenangkan. Walau sebenarnya setiap hari juga begitu. Apa berarti tiap pagi selalu indah?
Indah? Saat ini 14:44 AM, kata indah selalu disebut-sebut. Namun, sepertinya indah yang satu membuat mereka emosi. Lihatlah ekspresi mereka. Tak ada gurat senyum di wajah mereka. Ada apa gerangan?
Pagi ini memang indah tapi cukup membuat kami merasakan kegundahan. SMS yang ku sebar tadi malam mengabarkan bahwasanya esok hari (yang tak lain hari ini) kami harus menghadapi UTS yang sempat tertunda, yaitu Pemrograman 5(P). Walaupun kami masuk pukul 7.30 AM, kami memulai UTS pukul 09.00 dan harus dikumpulkan maksimal 11.00 AM.
Mulai semester 3 ini, system pengumpulan tugas berbeda dengan semester-semester yang lalu. Semester ini kita harus mengupload tugas kita ke sebuah jaringan LAN yang dinamakan OES (Online Education System). Dengan system ini semua terlihat jelas waktu keterlambatan kita. Yang jelas membuat kami, keluarga MI, terlihat kuwalahan.


Dan UTS kali ini, OES tidak digunakan. UTS dikumpulkan melalui mapping. ah, tak tahu mengapa ada seperti itu. Yang membuat kelas panas ketika jam di dinding menunjukkan pukul 11.00 AM. Ada salah satu kawanku yang belum mengumpulkan. Ia tidak bisa melakukan mapping menuju foldernya. Dan akhirnya tragedi indah itu pun terjadi. Keadaan memanas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Alloh Baik yah...

ALLOH BAIK YA?
Ku katakan berkali-kali, menjadi seorang mahasiswa Polman Astra prodi Manajemen Informatika (MI) mempunyai sensasi yang amat besar. Mungkin seorang teman yang sama-sama mengambil jurusan MI namun bukan di Polman Astra takkan bisa merasakan apa itu sensasinya.
Apa sih sensasi menjadi mahasiswa MI Polman Astra?
Jawabannya PROJECT.
Seusai UTS seminggu yang lalu, 7-11 November 2011 (walau beberapa sempat tertunda dan salah satunya adalah UTS Pemrograman 5 (P) yang diadakan besok pagi), PROJECT akan segera bermunculan. Dan hari ini satu project telah siap menanti, Project Rekayasa Perangkat Lunak 2, menyusun Problem Domain hingga Prototype-nya.
Dan sensasi itu pun muncul. Ketika kau dikelompokkan dengan teman sekelas menjadi sebuah group kecil yang akan saling bekerja sama dalam menyelesaikan project itu.
"Kelompok terdiri dari 2 orang. Mau pilih sendiri atau gimana?" tanya dosen RPL 2.
"Pilihin mas-nya aja!" teriak teman-teman sekelas.
"Yakin saya yang pilih? Kalau saya sebenarnya lebih enak untuk milih sendiri. Kenapa?
Karena project ini untuk 3 bulan ke depan, dan kalau Anda tidak cocok, Anda akan susah.
Bagaimana rekan-rekan?"
"Nggak papa, mas!" sambut kawanku.
"Baik. Syaratnya cuma satu. Laki-laki tidak boleh bertemu dengan laki-laki." kata Sang Dosen.
"Udah, tentuin aja mas-nya."
Peruntungan itu pun dimulai. Ketika nama-nama anak sekelas ditulis di potongan-potongan kertas kecil. Nama-nama itu pun dibacakan. Berpasang-pasangan nama teman cewek dan cowok. Pasangan yang 'tak biasa' mendapat teriakan yang amat kencang.
Ketika namamu dipasangkan dengan namanya, kau boleh melakukan penolakan (asalkan penolakan berasal dari kedua belah pihak). Namun, penolakan itu hanya bisa satu kali dan itu berarti kau mau tak mau pasanganmu jatuh pada nama pasangan kedua.
Dan ketika nama-nama mereka disebut, nice couple,but kapan namaku disebut? Dan ketika namaku disebut beriringan dengan namanya. Deg (Aku sudah pernah satu kelompok dengannya, maybe I need shuffle :p). 
Okay. Tinggal 3 pasangan yang belum terbentuk, dan salah satunya AKU. Waw. Susah kali aku temukan pasanganku. Dan akhirnya namaku disebut beriringan dengan namanya, 'orang yang tak asing karena pada beberapa kesempatan selalu saja bersamanya'.
Ku rasa, ketika ada yang sekelompok dengan dia termasuk orang yang 'beruntung' dan mendapat jackpot. (Entahlah, aku pun tak tahu). Kalau demikian adanya, seberapa banyak jackpot yang telah ku dapat selama setahun lebih di Polman? Ku rasa banyak. Hahay... :D
Ku pikir tak ada bedanya aku berkelompok dengan dia, dia, atau dia yang lain. Sama semua, tak ada bedanya. Semua itu tergantung pada komunikasi kita. Dan ku rasa karena komunikasiku kurang, jadi aku selalu merasa aku 'tak pernah' mendapatkan teman yang 'asyik' dalam berkelompok. Semisal aku satu kelompok dengan dia, orang yang mungkin cukup cakap lah. Namun, karena komunikasiku yang kurang dengan dia, maka aku menganggap satu kelompok dengan dia itu tidak asyik. Padahal saat dia sekelompok dengan orang lain, orang itu menganggap enak kok sekelompok dengan dia. Misal gini deh. Dia bernama Hakim. Aku satu kelompok dengan Hakim untuk mata kuliah SDM. Hakim ini tidak mau mengerjakan Tugas SDM sama sekali. Tugas itu akhirnya aku kerjakan sendirian. Di mata kuliah lain (misal RPL), si Hakim ini satu kelompok dengan Iva. Iva mengaku kalau Hakim bisa diandalkan dan dia mengerjakan tugas kelompoknya dengan baik.
Apakah Hakim memang lebih pandai di mata kuliah RPL daripada SDM?
Ku rasa bukan itu jawabannya. Jawaban yang tepat mungkin lebih kepada KOMUNIKASI. Sebagaimanapun orang yang menjadi kelompok kita, asalkan komunikasi kita bagus, pasti menghasilkan sesuatu yang bagus pula.
KOMUNIKASIKU BEGITU BURUK. Jadi ku rasa, dengan siapa pun orang yang menjadi kelompokku, aku akan menganggap dia 'tidak asyik'. Aku lebih senang orang mengerti aku daripada aku mengerti orang, itulah kejelekanku. Dan itulah hal yang membuatku kurang bersyukur pada-Nya karena sejatinya aku dikelilingi orang yang mengerti aku. Bodohnya aku... :(
Dan masalah jackpot tadi, ku rasa Alloh sering menyatukan aku dengan mereka-mereka agar aku lebih bisa berkomunikasi dengan baik, mengerti orang lain, bukan hanya orang lain yang harus mengerti diriku. Ya, mungkin aku harus lebih memperhatikan mata kuliah TEKNIK KOMUNIKASI agar aku lebih bisa komunikatif dengan yang lain.
Maafkan aku kawan....
:)
Terima kasih ya Alloh...
Alloh baik ya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Skin Baru

Jam kuliah berakhir jam 10.00. Jam pertama adalah UTS Pemrograman 4 yang kemarin sempat tertunda. Daripada tak ada kerjaan, bingung mau ngapain, mending melakukan hal yang sama dengan yang kemarin-kemarin. Tidur. Sudah pasti.
Selepas tidur yang tak panjang dan tak enak, aku melakukan keisengan yang sering ku lakukan. Mencari template yang tepat untuk blogku ini. Berulang-ulang kali aku melakukan, tak ada yang cocok. Tak ada yang sesuai hati. Giliran ada, eh, tak sesuai dengan blogku. Ya sudah. Ku lelah mencoba hingga hari ini. Ku temukan sebuah background template yang menarik hatiku. Dan ketika ku coba pasang....Tarrraaaaa....sedikit berantakan.... namun, dengan kesabaran memperbaikinya, akhirnya blog cantikku terlihat menawan.
:D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lagi-lagi GALAU

Aku sudah membaca artikel yang tertempel di mading itu beberapa hari yang lalu. Walau tak sepenuhnya ku mengerti, namun aku bisa menangkap maksud dari sang penulis. Kehidupan di dunia ini begitu singkat dan dari artikel itu ku dapati sejumlah data yang harusnya membuat kita sadar akan apa saja yang harusnya kita lakukan dalam waktu yang sesingkat ini.
Kehidupan di  dunia jika kita konversikan ke dalam waktu kehidupan di akhirat hanyalah 1 menit 52 detik.
Dari data tersebut kita dapat simpulkan bahwa kehidupan akhirat lah yang kekal. Kehidupan di dunia adalah saat dimana kita mencari tiket untuk posisi kita di kehidupan akhirat. Apakah kita memilih surga atau neraka. Semua pasti sudah tahu gambaran surga itu seperti apa, neraka seperti apa. Semua orang tak ingin masuk neraka. Namun, mereka tak memperlihatkan tindakan yang menunjukkan hal itu. Mereka takut akan siksa api neraka. Tapi mereka masih suka menggosip, ringan sekali mulut berbohong. Jangankan itu semua, sholat dan puasa yang notabene WAJIB bagi umat muslim pun dengan muka tanpa dosa mereka tinggalkan.
1 menit 52 detik. Apa saja sih yang bisa kita lakukan dalam waktu sesingkat itu. Ketika kita makan dan hanya diberikan waktu 4 menit saja kita protes meminta waktu lebih banyak lagi. Lantas dalam waktu 1 menit 52 detik kita bisa berbuat apa? Apakah waktu itu cukup untuk kita mendapatkan tiket menuju surga?
Beruntungnya kita karena 1 menit 52 detik itu sekitar 65 tahun kehidupan di dunia. Masih ada waktu jika kita memang benar-benar menginginkan surgaNya.
Namun, dunia ini terlihat begitu sempurna bagi mereka, para pemuja duLnia. Dunia melenakan mereka. Bayangkan dalam 24 jam kita, berapa jam kita bersamaNya? Sungguh miris ketika jawaban dari pertanyaan itu kurang dari 1 jam. Sholat butuh waktu 5 menit karena dalam sehari sholat 5 kali maka waktu untuk-Nya hanya 25 menit. Ku harap itu bukan jawabannya.
 Entah lah, aku tak tahu dengan apa yang ku tulis di atas. Hanya saja aku merasa miris dengan keadaan di sekelilingku. Tak ada yang menanggapi HANYA 1 jam dalam seminggu yang ku kirim tadi pagi ke sejumlah orang. Respon kalian membuatku sakit hati. Astaghfirullah. Semoga Alloh mengampuni dosa kita. Sadar kawan, hidup di dunia ini hanya singkat. Jangan sampai terlena pada kehidupan dunia.
Heh, hari ini benar-benar GALAU.
:X

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

GALAU

Masih teringat jelas kemarin ketika aku dan salah satu warga 406 bertemu dengan dosen TekKom. Sore itu sang dosen memberitahukan kalau mata kuliah Teknik Komunikasi tidak ada UTS (Ujian Tengah Semester). Yey. Begitulah ekspresi yang tercipta saat itu. Hingga pagi ini . . .
Jam kuliah pertama. Statistik. Luar biasa . Kami, warga 406, membuat scatter diagram. Apa itu? Ya seperti itulah, diagram dengan titik-titik dan harus dibagi menjadi dua sama rata atas bawah. Misal titiknya ada 30, berarti kita harus membagi 15 atas, 15 bawah. Setelah itu bagi lagi menjadi 15 kanan, 15 kiri. Anda tidak mengerti? Hubungi dosen statistik saya karena saya juga tidak mengerti. Tapi, over all, Okelah. Karena yang tidak Oke adalah mata kuliah setelah Statistik.
TEKNIK KOMUNIKASI. Ya, sang dosen mendeklar bahwa tidak ada UTS Tekkom minggu depan. Kenapa? Karena hari ini kita UTS. Dengan sebuah gelas di tangan, sang dosen masuk kelas. Gelas itu tidak kosong namun tidak pula berisi air putih maupun air teh. Gelas itu diisi dengan beberapa lembar gulungan kertas. Hari ini benar-benar UTS. Masing-masing dari kami mengambil 1 gulungan kertas. Di dalam gulungan kertas itu terdapat sebuah kata dan kami harus mempresentasikan kata itu dalam waktu 5 menit.
"Ya, presentasi kali ini urut absen dari bawah" begitu kata sang dosen.
'Hwaaaaaaaaa........itu akuuuuuuuuuuuu' batinku.
Semua warga 406 teriak dan aku masih dalam keterkejutanku menghadapi kenyataan ini. Dan akhirnya, namaku dipanggil. Dengan langkah gontai, aku maju ke depan kelas menuju gelas itu. "God, help me!" Dengan sedikit gemetaran aku mengambil 1 gulungan kertas itu. Dan kau tahu apa yang terbaca olehku? GALAU. 


 "aaaaauuuuuu.......nak anak galau." itu kata kawan-kawanku.
406 seketika heboh mendengar kata-kata itu. Kenapa? karena sebagian warga 406 adalah para Galauers. Aku pun menjadi bingung, secara ngejelasin Galau ke Galauers. Well, just speak whatever what i want to speak. Hwaaaa.....gak jelas banget dah gue ngomong apa.... malah ketularan Galau nih....Toloooooonnnngggggggg....
5 menit pun berlalu. Huh. :) --> :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Whoooo......

whoooo...
hoooo...
wuouououoou...
baru beberapa menit aku menginjakkan kaki di ruang ini, kegaduhan sudah mulai terjadi. Diawali dari sebuah komputer menyala di samping meja tempatku menghabiskan waktu. Waktu yang menunjukkan jam sebelum angka 7:30 AM membuat kami, warga 406, bisa membuka situs apapun. Dan kebetulan komputer menyala itu tengah membuka situs jejaring sosial facebook dengan memajang profil salah satu dosenku yang seminggu ini absen, cuti menikah. Kehebohan terjadi saat foto-foto mesra sang dosen terupload dan tertempel di dindingnya. Sungguh...bukan iri melihatnya, tapi lucu menggodanya. Segudang ide pun terluncur untuk membuat sang dosen tersipu malu saat ia mengajar di kelas kami.Seperti saat itu, ketika salah dua atau tiga atau lebih memasang tampilan dekstop dengan sebuah tulisan yang terbaca "I LOVE JELEK". Tak ada yang salah dengan tulisan itu, namun tulisan itu lah yang terpasang sebagai photo profile sang dosen. Langsung sekelas tertawa. Dan sang dosen pun tak pernah marah.
Dan setelah kehobohan dari komputer menyala ini, kehebohan muncul dari seberang sana. Lagi-lagi dari komputer menyala. Namun, bukan komputer di sampingku lagi, tapi sebuah komputer menyala dari seorang kawan yang kataku dia mirip dengan owl, burung hantu, yang pernah dia presentasikan waktu mata kuliah Bahasa Inggris. Dan kali ini lagi-lagi sebuah foto di facebook. Ternyata kawanku yang satu ini tengah membuka foto salah satu adik kelas prodi lain. Sebagai seorang cowok mungkin bukan hal yang aneh ketika ia membuka sebuah foto cewek. Namun, yang menjadikannya heboh adalah karena kawanku ini sudah punya pacar.
"Cowok itu brengsek. Makanya gue nggak suka sama cowok." Begitulah salah satu komentar yang terlontar dari kawanku yang lain. Tentu saja ia seorang cowok juga.
Dan di tengah kegaduhan itu, si omoh tiba-tiba nyeletuk dengan suaranya yang nyaring. "aD1n1n994r cintanya Amir....!!!" Kontan sekelas langsung teriak dan perhatian tertuju pada aD1n1n994r dan Amir. Kalian tahu siapa aD1n1n994r dan Amir? Nantikan kisahnya 2 tahun mendatang. :D

Kehebohan dan kegaduhan pun harus terhenti setelah dosen Javaku masuk ke kelas dengan segenggam fotocopyan yang siap dibagikan ke seluruh warga 406.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TIDAK

Tak seharusnya aku menulis ini di saat waktu belajarku yang tak teratur ini. Entah apa yang ku rasakan, yang jelas jika aku mengingat wajah kedua orang tuaku, menangislah aku. Basahlah mata dan pipi ini. Tak peduli betapa kerasnya bit lagu yang dibawakan Katy Perry dalam lagu-lagunya yang kini ku dengarkan lewat headset ini.
Aku memang tak sedang patah hati. Namun, keadaan membuatku jenuh. Aku bosan dari dunia Polman. Ku rasa aku cukup memaklumi mereka yang resign dari Polman dan lebih memilih pindah ke universtas lain.
Apakah aku akan resign dari Polman? Dengan tegas dan mantap aku menjawan TIDAK. Aku hanya butuh seminggu liburan untukku pulang ke rumah. Melupakan sejenak apa yang ada di Polman. Tugas-tugas kuliah, deadline pengumpulan nilai, Pak Raden, dan satu hal yang paling membuatku jenuh, organisasi. Mungkin ini salahku karena dari awal bergabung ke organisasi-organisasi yang hanya ku jadikan ajang latihan untuk berorganisasi. Padahal seharusnya ikut UKM atau organisasi kemahasiswaan apapun adalah untuk mengembangkan bakat dan minat, bukan sekedar latihan berorganisasi atau hanya memperbanyak teman.
Dan kini, ketika semua organisasi meminta perhatian yang lebih di waktu yang bersamaan , maka kau harus mempertanggungjawabkannya. Dan demikianlah, bukan bermaksud melarikan diri dari semua ini, aku hanya ingin sejenak melupakan semua yang ada. Mengistirahatkan otak ini, menyegarkannya dan siap menyelesaikan semuanya.
Hari ini. Aku tak tahu apakah keputusanku ini benar atau salah. Yang jelas hari ini aku telah berkata TIDAK untuk sebuah pekerjaan mulia, memonitoring tingkat 1. Sebenarnya aku malu telah berkata TIDAK, apalagi jika kesembilan orang yang lain berkata YA. Pekerjaan mulia ini ditujukan pada kami, 10 orang pendamping saat outbond 2011. Aku yakin kesembilan orang itu akan berkata YA dan hanya aku yang berkata TIDAK. Aku malu aku tak bisa menjaga komitmen saat outbond kemarin untuk mem-follow up tingkat 1. Akan tetapi, tugas mulia ini adalah sebuah pilihan, bukan paksaan. Dan karena sebuah pilihan, maka aku memilih tidak. Bukan karena aku tak peduli pada tingkat 1 atau aku bersikap masa bodoh pada anak-anak PMDK angkatan ketiga ini, tapi daripada aku keteteran menjalankan komitmen ini, atau aku tak bisa focus pada tugas mulia ini, maka aku mundur saja.

Kalau boleh jujur, aku malu sejak awal. Dimana saat inaugurasi, 9 dari 10 orang disebut namanya sebagai 3 besar peringkat terbaik tiap prodi dan berhak menerima beasiswa . Hanya namaku yang tak disebut. Aku tak tahu harus malu, sedih, atau senang. Malu karena hanya aku, pendamping outbond yang tidak masuk 3 besar. Walau secara nilai, IPKku sama dengan IPK peringkat 3 prodiku, kenyataannya aku tak dianggap oleh institusi. Dan itulah yang membuatku sedih. Aku membayangkan jika aku bukan anak PMDK yang kuliahku dibiayai oleh institusi, mungkin aku akan sakit hati berkepanjangan. Beruntungnya aku PMDK dan ketiga besar prodiku juga PMDK, jadi aku bisa berbesar hati. Dan mengapa aku harus senang? Ya, karena ternyata aku tak sendiri. Ada teman dari prodi lain yang mengalami nasib yang sama denganku, peringkat 3.2. Dan aku harus senang karena walau secara institusi aku peringkat 4, aku masih bisa ikut outbond sebagai pendamping. Sebenarnya aku tak suka membahas ini karena semuanya adalah kawanku. Dan tak pantas bagiku bangga akan peringkat 3.2ku karena pada kenyataannya memang mereka lah yang pantas. Bukan aku. Namun, aku ingin membuktikan bahwa aku memang bisa. Aku bisa dapatkan posisi yang ku inginkan. Ini semua demi orang tuaku.
Semoga keputusanku untuk berkata TIDAK adalah keputusan yang tepat. Terlepas apa omongan orang di belakang, aku pasti bisa bersikap innocent terhadap itu. Aku berharap tak ada yang dirugikan akan keputusan itu. Dan semoga keputusan ini pun memberikan dampak yang baik untukku. Setidaknya pikiran ku tak terbebani oleh tanggung jawab itu. Namun, jika aku diminta bantuan, maka aku akan membantu sebisa mungkin. Namun, untuk keterikatan komitmen, maaf saya tidak sanggup.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

pAGi iNi

Pagi ini tepat pukul 7.30 dosen PRG 4 sudah hadir di 406. Aku yang sudah sampai di kampus sekitar jam setengah 7 pun tak perlu cemas terlambat. Ya, seperti minggu lalu, senin ini aku berangkat pagi. Tugas dengan deadline 6.45 cukup membuat MI 2 stress. Entahlah, kenapa sekarang ini tugas semakin mencekik. Entah deadlinenya, atau memang tugasnya yang menggila.
Dan pagi ini, ketika mata kuliah dimulai, hawa surga mulai tersebar. Semua terlihat menikmati suasana. Kalau diungkapkan dengan bahasa Jawa : "liyer-liyer". Hampir tak ada yang bertahan menahan pesona dosenku yang satu itu. Entah apa yang dijelaskannya pagi ini. Aku yang mencoba memperhatikannya dengan menulis apa yang dijelaskannya pun tak kuasa untuk tidak ikut hanyut dalam suasana pagi ini. Berulang-ulang temanku mencubit punggung tangan kanan dan kiriku. Terasa sakit, namun masih tetap tak bisa menyadarkanku. Akhirnya setelah penjelasan panjang lebar itu berakhir, tugaspun menanti dikerjakan. Dengan sedikit masih liyer-liyer ku kerjakan tugas itu. Beruntung tugas kali ini hanya mengetik sesuai dengan soal yang ada. Tak begitu susah. Namun, dengan keadaanku saat ini, ada saja yang error. Calculator yang ku buat tak menampakkan hasil operasinya. Ku coba teliti sekali lagi bersama kedua orang kawanku. Dan akhirnya berhasil,YEY!!!
Ku nanti tugas berikutnya karena ku tahu dosen yang satu ini suka sekali untuk memberi tugas. Namun, menunggu, menunggu, dan menunggu tak kunjung tiba. Baiklah, di saat teman-teman yang lain menyelesaikan tugas PRG5 : membuat homepage "Warung Sederhana", aku justru searching foto-foto. Awalnya foto tempat wisata di Purworejo. Entah kenapa aku searching itu. Ku rasa aku rindu kota itu. Setelah puas melihat-lihat ku lanjutkan pencarian gambarku ke MANAJEMEN INFORMATIKA POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA. Tak banyak foto yang ku kenal. Tapi aku cukup tertarik dengan foto anak MI 2009 yang ternyata termuat di blog salah satu kakak kelasku. Lucu juga mereka waktu tingkat satu. Namun, tak banyak foto MI disitu. Seperti blog ini juga. Hampa akan foto-foto. Fotoku saja jarang aku post apalagi foto anak MI 2010.
Berbicara tentang foto MI 2010, aku tiba-tiba rindu HPku yang hilang sebulan silam. Aku kangen foto-foto yang ku ambil lewat HP itu. Foto yang ku ambil sembunyi-sembunyi saat UAS Pkn, foto yang ku ambil saat salah satu kawanku membuat kebetan, dan masih banyak moment tak sengaja yang terjepret.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PLEGMATIS? Why Not?

7 Oktober 2011
Pagi ini mata kuliah Teknik Komunikasi. Sang dosen datang dengan santai menuju 406, ruang kuliah saat itu. Setelah mengabsen, dosen itu mengambil 2 bangku ke depan kelas. Pak Rosyid, sang dosen, memanggil salah 2 dari mahasiswa di ruangan (yang tak lain lab. komputer) itu.
Setelah tertunjuk 2 orang, kedua orang itu di suruh untuk saling bercerita. Terserah apa yang akan diceritakan. Ku lihat salah satu dari 2 orang itu bercerita panjang lebar tentang artis Korea favoritnya. Ia nampak seru menceritakannya. Namun, ku lihat satu temanku yang menjadi pasangan ceritanya. Ia tak mengerti apa yang diceritakan.
Sepuluh menit berlalu. Pak Rosyid kembali menunjuk 2 orang kembali. Kali ini berbeda dengan yang pertama. Kedua orang yang ditunjuk tampak bingung dengan apa yang akan diceritakannya. Keadaan terasa kaku.
Lagi. Satu pasangan lagi ditunjuk untuk saling bercerita. Salah satu dari mereka bercerita tentang kecelakaan yang dilihatnya. Sementara itu pasangan ceritanya terlihat ingin menanggapi.

APA MAKSUD DARI SEMUA ITU?
Sebenarnya, pagi itu sang dosen ingin memperlihatkan bentuk komunikasi antara orang yang memiliki kepribadian SANGUINIS dengan PLEGMATIS.
Pasangan pertama : sanguinis dengan plegmatis
Pasangan kedua : sesama plegmatis
Pasangan ketiga : sesama sanguinis
Jika kita perhatikan, plegmatis itu pasif dan sanguinis itu aktif.

APA ITU PLEGMATIS DAN APA ITU SANGUINIS?
Kata dosenku, orang sanguinis itu adalah orang entertain. Dia adalah orang mudah bergaul dan asyik diajak berteman. Ia mendominasi setiap keadaan. Setiap orang merasa senang di dekatnya.
Lalu, apa itu plegmatis? Plegmatis : orang yang cenderung diam, ikut pendapat orang lain tanpa mengeluarkan apa pendapatnya. Di saat sepi tak pernah merasa kesepian karena baginya kesepian dan kesendirian adalah bagian dari hidupnya. Orang plegmatis dianggap kurang asyik diajak ngobrol, terkesan kaku dan amat membosankan. Mungkin, orang malas berteman dengannya..


APA YANG SALAH DENGAN ORANG PLEGMATIS?
Aku termasuk Plegmatis Murni. Jika benar orang malas berteman dengan orang Plegmatis, apa itu salah orang plegmatis. Apakah ketika seseorang lahir ia bisa memilih karakternya?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

hzZzZZzz...

Pagi ini, begitu konyol kejadian pagi ini. Baru beberapa menit aku menduduki meja itu, langsung roboh lah singgasana rapuh itu. Entah bagaimana nanti malam sang pemilik singgasana akan menguasai meja itu.
Kini aku terkurung dalam keadaan yang selalu mengurungku. Mengantuk.


Oh, GOD kenapa selalu begini...? padahal dari awal aku niatkan untuk mengubah semua sikap burukku ini. Semua yang ku tulis sepertinya tidak mempengaruhi sikapku. Sepertinya aku harus membuat reward and punishment. Tapi aku tak tahu R n P itu sendiri berbentuk apa? 
Hah. Break sebentar di tengah-tengah mata kuliah Sistem Operasi. Beberapa menit yang lalu aku nyaris kehilangan kesadaranku di alam  nyata. Namun, saat break ini mata ini sedikit terkejut, lebih bisa terbuka.
Aku tak yakin dengan hasil belajarku di semester ini. Semuanya terasa baru dan asing. Tak seperti mata kuliah di semester 1. Ada matematika, bahasa Inggris dan agama. Mata kuliah yang mampu mendongkrak nilaiku. Tapi, kali ini.....?!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENGEN POSTING

Aku baru saja membaca habis sebuah blog baru milik kawanku. Rasanya aku ingin mempostingkan sebuah tulisan di blog ini. Sudah lama aku vakum dari dunia blog. Liburan lebaran yang cukup panjang kemarin membuatku terisolasi dari dunia mayaku. Tak ada koneksi internet.
Akan tetapi, bukan berarti aku berhenti menulis. Aku relakan pulsa HP ku untuk terhubung dengan jaringan sosial facebook untuk sekedar menulis note. Dan seperti biasa, ketidakjelasan lah yang tercipta. Tak mengapa bagiku. Ketidakjelasan is my style.
Berbicara hari ini. Apa ya yang aku dapat. Hmmm... aku malah teringat kejadian-kejadian penting yang belum aku abadikan dalam tulisan di blog ini. Mulai dari tragedi 41, ikut kepanitian PPK dimana aku memegang peran sebagai Sie Konsumsi. Seksi yang tak terlihat kerja karena jam kerja kami (Sie Konsumsi) adalah jam 1 hingga jam 3 pagi. Masih teringat benar ketika jam 1 pagi aku harus keluar dari kosan menuju kosan teman untuk membungkus makanan yang nantinya akan dibagikan ke teman-teman yang tergabung dalam panitia PPK. Kejadian berikutnya saat aku ikut menjadi pendamping saat Outbond bagi camaba 2011 dan harus dikejutkan oleh medan/area outbond di Ciulengsi,Bogor. Setibanya disana begitu kaget karena tak seperti angkatanku dulu yang ketika sampai di area outbond disambut hujan, kali ini kami disambut teriknya sang mentari. Panas bukan main. Apalagi ditambah upacara pembukaan di lapangan upacara yang begitu terasa memanggang kami.
Kami, para pendamping, 10 orang yang terpilih mencoba menikmati keadaan yang ada. Walau amat sangat berbeda dengan outbond angkatanku,3 hari 2 malam akhirnya berlalu. Walau harus dihukum di malam pertama kami, kami tetap senang sebagai pendamping. "Nangkep ga?" kata-kata yang memojokkan kami hingga kami harus dihukum(jongkok-berdiri-jongkok) lebih dari 1 jam. Tak apalah. Menyenangkan.
Sepulang outbond, kegiatan dilanjutkan dengan inagurasi di hall, Gd. C lt 4 Polman ASTRA. Aku berharap saat itu namaku dipanggil sebagai salah satu mahasiswa yang masuk 3 besar. Namun, keadaan berbeda dengan yang ku harapkan. Namaku tidak dipanggil. Walaupun IPKku sama dengan ia yang berada di peringkat 3, nyatanya hanya 3 orang yang mendapat hadiah. Bisa dibilang aku peringkat 3 kedua (walau tetap tak dianggap sebagai peringkat 3), tapi karena namaku yang awal huruf Z, maka aku relakan posisi 3 besar itu. Beruntung aku tak sendirian karena temanku yang berada di prodi TO pun merasakan hal yang sama denganku. Ku berharap aku di tingkat 2 ini bisa meningkatkan peringkat di posisi ke-2.
Inagurasi selesai. Sabtu, Minggu libur dan ku gunakan untuk istirahat, berhibernasi. Senin aku kembali ke dunia asliku, menjadi mahasiswa.
Aku begitu senang karena markas MI 2010 Family tetap di 406, walau dengan layot yang baru. Komputernya pun baru. Dan ternyata ada sistem baru yang diterapkan di Polman. OES atau Online Education System. Kita bisa chatting antarsesama pengguna komputer. Cukup seru, namun harus bersabar karena jaringan internet masih belum bisa terkoneksi.
Dan hingga hari ini. Sudah banyak tugas yang menanti. Banyak kegiatan yang harus dijalani. Tugas kuliah, Tugas organisasi. Cukup bingung memikirkannya. Apalagi sms malam ini yang menugasiku untuk menyusun acara Pemira mulai dari cara pelaksanaan hingga tanggal pelaksanaan. Konsep itu harus dikumpulkan Selasa depan.
Hah. Tiba-tiba saja melintas tugasku yang lain untuk menyusun acara untuk kegiatan Makrab MI tahun ini. Tugas lain juga tetap menanti untuk diselesaikan.
Ayo SEMANGAT!!
I KNOW I CAN

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mahalnya Ego


23 September 2010
Demikianlah tanggal yang terbaca saat ku bersama ke-30 saudaraku membuka amplop yang kami tulis setahun yang lalu. Surat dari dan untuk diri sendiri itu kami tulis di D’Jungle, tempat dimana kami memulai persaudaraan ini. Belum tepat setahun memang, namun sudah saatnya surat itu kembali ke tangan kita masing-masing.
Surat yangberisi komitmen dan usaha untuk mencapai komitmen itu mengingatkan kita akan apa yang sudah kita lakukan untuk komitmen tersebut.
Surat itu benar-benar menampar kami, tak terkecuali aku. Bukan, bukan karena komitmenku yang tidak tercapai. Aku hanya menuliskan 1 komitmen yaitu IP yang harus aku capai. Beruntungnya aku karena komitmen itu bisa terealisasikan. Tahukah kalian mengapa surat itu seakaan menamparku?
Ku lihat sekitarku. Air mata itu perlahan membasahi wajah-wajah lelah mereka. Sebagian besar dari mereka belum bisa mencapai komitmen mereka, dalam hal ini masalah IP. Aku hanya tertegun mencoba menatap diriku sendiri. Selama ini aku tak benar-benar yakin akan kemampuan yang ditunjukkan oleh KHS yang ku terima awal April lalu. Memang hampir semua bernilai A. Namun, jika A tersebut ditransformasikan ke dalam bentuk angka mungkin hanya mencapai 86. Sementara mereka-mereka yang IPnya di bawah ku bisa mentranformasikan nilai mereka ke nilai 97, sayang nya mereka kurang beruntung di satu dua mata kuliah. Dan sekali lagi aku bertanya, mengapa aku bisa tertampat oleh sepucuk surat tak bersuara itu?
Aku menargetkan IP di atas rata-rata dan beruntungnya aku, IP itu bisa ku raih. Yang menjadi permasalahan adalah ketika seseorang bertanya, “Bagaimana kau bisa memperoleh nilai sebagus itu sementara kau selalu menjawab tak bisa saat orang lain menanyakan sesuatu kepadamu?” Secara lugas begini, ketika seorang kawan datang meminta bantuan “Ajarin vektor dong!” dan terdengar jawaban, “Wah, aku kurang bisa menguasai materi itu, kemarin waktu Bu Nuri ngajar, aku malah ngbrol sendiri.”
Secara jujur dan meminta maaf, aku mengakui aku salah. Aku minta maaf karena aku lebih memikirkan diriku sendiri dari pada kalian-kalian. Aku masih mementingkan bagaimana aku, bukan KITA. Harusnya aku sadar B-B jauh lebih baik daripada A-C.
Maafkan aku kawan. Bukan karena aku tak ingin membantu, berulang kali aku mencoba menurunkan egoku, namun itu semua tak semudah menambahkan tanda titik (.) di akhir kalimat. Ditambah dengan raut mukaku yang terlihat seperti orang marah-marah saat menjelaskan suatu materi. Sungguh, itulah diriku, seperti itulah caraku menyampaikan sesuatu. Tak ada marah atau pun emosi. Maafkan aku jika itu membuat hati yang terluka.
Aku sungguh-sungguh minta maaf. Aku ingin kita tetap bersama, bertigapuluhsatu selama 3 tahun. mari kita saling bantu. Hilangkan segala rasa malu untuk bertanya, namun, bertanya pun ada sopansantunnya. Semoga kita tetap kompak dan komitmen kita bisa tercapai semua. Amin [for MI Family]
And specially for me,,
TURUNKAN EGO!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS