RSS

Salah Tiket

Hari yang melelahkan, kawan. Benar-benar lelah. Lelah dalam arti yang sesungguhnya.
Pagi ini aku pergi bersama Fitroh, adek kelasku yang satu daerah denganku. Tentu saja. Hari ini aku bersamanya pergi ke Stasiun Senen untuk memesan tiket untuk kepulangan kami ke tanah air (Purworejo). Info bahwa tiket ekonomi sudah bisa dipesan aku dapatka dari Galuh hari Kamis lalu. Awalnya aku berniat pergi bersamanya pada hari Jumat. Namun, mengingat projectku sudah mendekati deadline, maka hari inilah aku melakukan perjalanan ini, perjalanan menuju perjalanan panjang.
Pagi ini jam 10.00 pagi, Fitroh sudah menghampiriku. Aku yang baru masuk ke kamar mandi segera dan menyegerakan mandi. Akhirnya baru pukul 10.30 lah aku melancong bersamanya. 
Jalan kaki. Naik metromini. Jalan kaki. Sudah sampai. Suasana stasiun tak begitu padat. Masih wajar. Hanya saja ku lihat banyak motor yang tengah dibungkus untuk dikirim. Tak ku pedulikan itu.
Aku berdua berjalan menuju loket Pemesanan KA Ekonomi. Di depan loket tersebut terpampang jelas Kereta ini untuk tanggal ini telah bertuliskan H, dimana H berarti Habis. Namun, tak ku temukan kertas yang memampangkan tiket ini untuk tanggal 10 Agustus. Fitroh pun bertanya kepada pak Satpam berbaju hitam (atau biru dongker?) dan kami pun masuk ke dalam antrian dengan sebelumnya mengisi formulir (dan tak lupa meminjam bolpen pada mereka-mereka yang memegang bolpen #walau tak kenal mereka itu siapa).
10 Agustus 2012.
PROGO.
Pasar Senen.
Jenar.
Ekonomi.
Mengantri dengan penuh harap. Berdoa semoga masih kebagian. Hingga tiba giliran kami.
"Untuk tanggal 10 habis mbak."
"11?"
"10 ke atas sudah habis."
"Kalau kereta Bengawan?"
"Sama saja."
"Kutojaya?"
"Tanggal 10 ada, tapi pagi."
"Kalau tanggal 11."
"Iya, masih ada."
"Ya, udah tanggal 11 aja."
"Formulirnya tolong diperbaiki mbak."
KUTOJAYA.
Pasar Senen.
Kutoarjo.
Ekonomi.
"ini dari Tanah Abang jam 6 pagi ya mbak."
"iya."
Tercetaklah tiket itu dan mendarat ke tangan kami. Akan tetapi?
"Hwaaaaaaa.... ini buat tanggal 10 Agustus pagi???" tanyaku.
"Masa mbak? yah, tadi lupa tanggalnya belum diganti. Gimana?"
Tanya satpam.
"Ya udah, mbaknya tulis formulir lagi. Untuk nama yang sama dengan kereta yang sama pula. Nanti saya yang urus."
Meminta formulir kembali dan menulisnya.
11 Agustus  2012.
KUTOJAYA.
Pasar Senen.
Kutoarjo.
Ekonomi.
"Maaf mbak, untuk tanggal 11 sudah habis."
"Ha? lha tadi katanya masih ada?"
"Iyya ini kan sistem online. Jadi, tadi pas mbaknya tanya masih ada, tapi beberapa menit yang lalu ada yang beli kan habis, mbak."
Mendadak lemes dan bingung. "Gimancung indang?" berpikir.
#SMS ibu. Cerita.
balasan ibu 'Lha py. wis lali alamat omah'.
-____-"
tolooooonggg...
Q: Sebenarnya apa yang salah dengan tiket 10 Agustus pagi?
A: Alasan mengapa kami memilih untuk membeli tiket 10 Agustus malam atau 11 Agustus pagi adalah karena tanggal 10 pagi-sore ada acara Yudisium atau pengambilan KHS atau penentuan apakah masih berstatus beasiswa PMDK atau naik tingkat / tidak dan pengumuman daftar ulang. Sebenarnya tak mengikuti pun tak apa. Tapi yang menjadi masalah adalah tanggal 9 ada kumpul PMDK, kalau pulang tanggal 10 pagi kenapa nggak sekalian nggak ikut kumpul PMDK biar pulangnya akhir Juli. Nanggung sekali kalau nggak ikut yudisium..
Q: Lha terus gimana?
A: aq: gimana kalau naik Bogowonto aja? Fitroh: Owh, yang harganya 150an itu ya mbak? aq: iya, itu ekonomi AC. Gimana? Fitroh: ya udah yuk mbak.
Aku dan Fitroh pun beralih ke belakang, tempat yang biasa digunakan untuk pembelian tiket lintas Utara. Disana tertuliskan "Pemesanan Tiket Bisnis, Eksekutif, Ekonomi AC dilayani H-90 sebelum berangkat.
Aku kembali meminta formulis dengan tak lupa meminjam bolpen ke orang yang tak dikenal lagi.
11 Agustus 2012
BOGOWONTO.
Pasar Senen
Kutoarjo
Ekonomi.
Lagi-lagi harus mengantri hingga tiba giliran.
"Ini buat tanggal 11 ya?"
"Iya mbak. Harganya berapa mbak."
"260."
"Berdua?"
"Berdua jadinya 520."
"Kalau nggak jadi?" #dalam hati "hwwwwwwwaaaaaaaaaaaaaa....mahal bangeeeeeeeeeeettt"
"Nggak papa."
Dan lagi-lagi "Gimancuungg indaaangg.."
tik tok tik tok tik tok tik tok..
mencoba berpikir.. (tapi ra tekan)
"Apa nggak ikut yudisium?"
"Hmm.. kalau gitu mending pulang akhir Juli aja."
"Gimana ya? Kalau naik bus pasti macet, apalagi di Brebes."
"Haduh. Tapi masak kereta ekonomi AC harganya sama kayak Bisnis ya? kalau gitu mending bisnis sekalian."
"Gimana dong? Apa naik Serayu aja?"
"Kayak kemarin dong?"
"Iya, turun di Kroya terus dilanjutkan bis. Gimana?"
"Hmm.. ya udah lah yuk."
Lagi-lagi ke antrian dengan formulir di tangan.
10 Agustus 2012.
SERAYU MALAM.
Pasar Senen.
Purwokerto.
Ekonomi.
dan di loketnya si mbak-mbak penjaga loket berkata "ini nggak sampai ke Purwokerto. cuma sampai di Kroya."
"Oh, iya mbak."
regeregeregeregerege...tiket pun dicetak.
Huh.
"Nggak papa ya mbak."
"Iyya. daripada naek yang 260 kan mending ini, 200 bisa buat beli baju lhooo.."
"Iyya mbak. Bersakit-sakit dahulu, sing penting iso bali selamet, mbak."
Sipp.
Rencana Alloh SWT pasti lebih hebat. Aku percaya semua sudah ada yang mengaturnya. Pasti ada alasan yang bisa menjelaskannya walau tak ku ketahui sekarang. Pasti ada kebaikan atas ini semua, entah kebaikan untuk diriku sendiri, atau mungkin kebaikan untuk orang lain. Tetaplah menjadi hambaNya yang bersyukur. Pandai-pandailah bersyukur, Nak
dan kalau kata Om Tere Liye dalam novelnya,,
"Begitulah kehidupan, ada yang kita tahu, adapula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidaktahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan melindungi kita dari tahu itu sendiri."

--Tere Liye, novel 'Rembulan Tenggelam Di Wajahmu'

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar