RSS

Minggu Kelabu

11/27/11
Hening, kosong, dan hampa. Bosan, suntuk, dan ngantuk, itulah yang ku rasa kini. Makan dan tidur adalah pekerjaan rutin akhir pekan.  Bosan tidur maka laptop dibuka sekedar online di jejaring facebook yang tak seramai dulu. Sungguh akhir pekan yang menyedihkan dan hari ini adalah hari minggu kelabu.
Di rumah berenam kamar yang disewakan sebagai kosan ini hanya terlihat beberapa orang yang berlalu lalang, tak seramai jika semua penghuni kamar ada di kosan. Aku bersama teman sekamarku pun termasuk orang yang selalu stay di kosan, tak ada pekerjaan, tidak ada kegiatan, tidak ada yang mengajak jalan, hanya menikmati sunyinya kosan. Entah dimana penghuni lainnya, mungkin pulang ke rumahnya, pulang ke tempat saudaranya, atau justru jalan-jalan dengan pacarnya. Mungkin juga ada yang mengerjakan project kecilnya seperti penghuni kamar depan kamar.
Aku ingin seperti mereka yang tiap pekannya pulang ke rumah merasakan hangatnya rumah. Walaupun sebenarnya kosan sudah hangat (bahkan panas) tak ada yang bisa menggantikan hangatnya keluarga. Tidak seperti sekarang ini berduaan dengan orang yang sama mengenaskannya denganku. Hanya bisa berucap bersama-sama, “Aku ingin pulang”. Bagaimana tidak, perjalanan menuju sweet home membutuhkan waktu paling tidak 13 jam. Tidak menutup kemungkinan bagi kami untuk menempuh perjalanan panjang itu. Jumat sore berangkat, Sabtu pagi sampai rumah, Sabtu siang istirahat, Minggu pagi jalan-jalan, dan Minggu sore kembali berangkat menuju kota perantauan. Banyak sudah yang melakukan perjalanan itu, tapi bagi kami, terlalu letih dan terlalu nekat untuk melakukan perjalanan tersebut. Hingga hari ini, hampir 3 bulan kami menikmati akhir pekan yang menyedihkan.
Mungkin ada yang bertanya, “Kenapa kalian tidak jalan dengan pacar kalian?” PACAR? Terbuat dari apa makanan itu? Yang kami tahu adalah agar-agar rasa coklat yang saat ini kami masak. Apakah pacar juga manis seperti gula yang ku tuangkan ke dalam adonan agarku? Tak tahulah. Sepertinya kami masih terlalu kecil untuk menikmati apa itu pacar.
Sebenarnya ada banyak yang hal yang bisa kami kerjakan. Berpetualang mungkin?! Secara sudah setahun kami disini, hanya beberapa tempat yang baru kami kunjungi. Selebihnya hanya kami lewati, itupun tak semuanya. “Lantas kenapa kalian tak berpetualang?” Apa yang ada di benak kalian ketika melihat 2 gadis mungil di tengah jalan tersesat tak tahu arah dan lihatlah mukanya yang penuh peluh karena teriknya sang mentari. Bayangkan kembali jika kedua gadis mungil itu adalah aku dan teman sekamarku. Akankah kalian akan tertawa? Atau justru merasa kasihan? Atau iba hingga kalian memberi recehan kepada kami? Tidak. Terima kasih.
Kini ku dan nya menanti agar yang baru saja kami tuangkan ke wadah yang entah siapa pemiliknya. Pembuatan agar kali ini tergolong berhasil, tidak seperti waktu itu, ketika si kecil Miyako menyemburkan isi yang dikandungnya. Ku rasa sekarang sudah cukup mengeras.
Ragunan :)
Entah apa yang ku pikirkan sesaat, sepertinya sama dengan yang ia pikirkan. Mau apa kita? Kami senang mendapat libur akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Kenapa? Karena kami bisa terlepas sejenak dari dunia perkuliahan. Walau ada tugas setidaknya kami diberi kesempatan 2 hari untuk tidak memikirkannya. Akan tetapi mengapa akhir pekan kami seperti ini? Begitu membosankan dan bingung tuk beraktivitas. Belajar? Siapa pula yang belajar di akhir pekan seperti ini. Nonton TV? Bukan karena gambar yang tidak jelas, tapi lebih kepada minat kami yang semakin lama semakin surut dengan acara-acara di TV. Tidur? Dalam sehari kami bisa menghabiskan waktu lebih dari 10 jam untuk tidur. Belanja? Maaf, uang kami terbatas. Jika saja kami punya pohon uang, pasti mal-mal besar itu sudah kami beli. Jalan-jalan? Kalian ingin lihat kami tersesat lagi. Lagi? Iya. Kami pernah tersesat. Sungguh mengenaskan. Agustus lalu, di awal-awal bulan Ramadhan, aku meminta dia untuk mengantarku ke Harco, menyembuhkan Acep yang tengah sakit. Dan karena dia ingin membeli flash disk titipan kawannya, maka ia pun mengiyakan. Sebelumnya kami pernah ke Harco namun dengan kendaraan umum. Metromini 27 atau busway. Akan tetapi siang itu kami memilih bersama Ova “Onky” untuk pergi kesana. Berbekal ilmu yang minim tentang jalan di ibukota, kami memulai perjalanan itu. Yang kami tahu, cukup mengikuti jalur busway arah Ancol, maka kau akan sampai ke Harco. Kami ikuti jalur itu, hingga di perempatan itu. Rupanya busway dengan arah yang sama mempunyai rute yang berbeda. Satu menuju Ancol dan satu lagi menuju Monas. Dan sialnya kami mengikuti arah menuju Monas. Maju terus mencari belokan berbalik arah. Jauh juga rupanya. Soal panas jangan ditanya. Sudah tentu panasnya tiada terkira, apalagi dalam keadaan puasa. Ya, beginilah hidup. Akankah ‘tersesat’ akan terulang kembali?
Sebenarnya akhir pekan seperti ini aku ingin sekali jalan-jalan, tapi beramai-ramai. Seperti saat itu, pergi ke Ancol atau ke Ragunan. Nyasar, nyasar bareng. Capek, capek bareng. Satu tempat wisata yang sampai saat ini aku masih ingin kesana walau semua kawanku tidak menyukainya, Mekar Sari. Mereka lebih memilih untuk berkunjung ke Kebun Raya Bogor. Keinginan setiap orang memang berbeda. Mekar Sari, mengingatkan ku jaman SMA dulu. Kecintaanku pada dunia tumbuh-tumbuhan khususnya buah-buahan membuatku bermimpi suatu saat aku punya taman buah seperti Mekar Sari dan akan ku beri nama Mekar Putik. Khayalan konyol. Mungkin takkan pernah terwujud. Tak apa. Tapi ku harap setidaknya sekali dalam seumur hidupku aku pernah ke Mekar Sari. (Lebay).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Telpon Sore Ini

Tahukah kau kawan jika sore ini baru saja ditelpon ibuku. Yippyy. Terakhir kali ditelpon kapan ya? Sepertinya bulan lalu saat aku stress tingkat dewa. Dan apakah telepon kali ini dikarenakan aku stress kembali? Oh, tidak. Telepon kali ini hanya konfirmasi apakah aku akan menggunakan kereta Senja Utama atau Fajar Utama. Hmmm... akan kemanakah aku?

Seperti statusku hari ini "H-27", mungkin semua warga Polman ASTRA tahu apa maksudnya. Secara tanggal itu adalah tanggal yang dinanti-nanti. Mari kita hitung H-27. Sekarang tanggal 26 November maka 27 hari lagi adalah tanggal dimana Polman sepi karena para warganya melakukan perjalanan panjang. Ya, walaupun ada yang bilang libur tanggal 23 Desember masih belum fix libur, tapi kebahagiaan sudah terasa. Bayangkan, hampir 4 bulan tak merasakan masakan emak, betapa keringnya hidup ini.
Dan saat ini, aku menantinya, 23 Desember 2011, tanggal dimana aku melakukan perjalanan panjangku untuk pertama kalinya di tahun keduaku. Sepertinya di tahun ini aku takkan kesepian dan sendiri karena aku punya adek sekarang. Well, di tahun pertamaku sudah 5 kali perjalanan panjang yang aku tempuh. Tahun pertama yang penuh cerita. Mulai dari tas hitam yang ku beli di Ramayana (dengan harga yang fantastis tentu saja) dirobek orang (beruntung tak ada yang hilang) hingga akhirnya aku harus kehilangan C3ku. Tak hanya itu. Banyak pengalaman yang tak terlupa. Perjalanan ketiga kalau tak salah, dimana aku nekat tidak masuk kuliah hari Jumat. Ya, kamis libur dan aku memanfaatkannya. Sebenarnya aku bukan tipe orang yang mudah bolos. Walaupun hari itu hanya satu mata kuliah dan bahkan kosong aku pasti tetap akan berangkat kuliah. Tapi berhubung saat itu sudah sangat dan amat ingin pulang, maka untuk pertama kalinya aku bolos kuliah. Lima hari aku di rumah cukup mengembalikan semangatku. Entah kenapa aku kembali ke Jakarta menggunakan bus (sepertinya karena di perjalanan panjang keduaku saat aku kembali ke Jakarta menggunakan kereta ekonomi, kejadian robeknya tasku terjadi sehingga perjalanan ketiga menggunakan bus). Jadi, ceritanya minggu sore aku berangkat dari rumah. Biasanya kalau perjalanan lancar maka jam 6 pagi sudah bisa dipastikan aku sampai di Jakarta. Sayangnya perjalanan tidak lancar. Baru berjalan berapa kilo dan belum keluar kota, bus sudah harus ganti ban. Lama nian. Dan akhirnya aku pun sampai di Jakarta jam 8.30 pagi. Padahal, saat itu adalah jam mata kuliah Manajemen Produksi. Sesampainya di kosan mandi sebentar dan untuk pertama kalinya naik ojek sepeda menuju kampus. Di kampus rupanya teman-teman sedang duduk-duduk di depan 406, markas besar MI 2010 Family. Ternyata dosen ManProd tidak hadir. Huh, lega.
Hmmm...apalagi ya? Oia perjalanan pertamaku. Aku pulang pertama kali naik bus. Tiket bus pun dibelikan kawanku. Tiket bus Sumber Alam di Pulo Gadung dimana aku belum pernah ke Pulo Gadung. Aku hanya diberitahu kalau aku harus naik 41 agar sampai di terminal Pulo Gadung. Berhubung aku tak tahu wujud terminal Pulo Gadung, maka saat metromini berhenti di antara angkot-angkot yang cukup banyak maka aku pun turun karena ku lihat ada penumpang yang membawa banyak tas yang juga turun. Ku kira sudah sampai di terminal. Dan saat aku bertanya pada orang disekitar situ ternyata aku harus naik 41 tuk sampai ke terminal. Ya, aku salah turun. (-.-)".
Akan tetapi, dari sekian perjalanan yang paling menyedihkan adalah perjalanan terakhir kemarin. Sudah diturunkan di daerah yang tak ku kenali, aku juga harus kehilangan nomor kesayanganku.  Bagaimana ceritanya hingga aku harus diturunkan di Pondok Ungu, kawasan yang bisa dibilang daerah Bekasi. Beruntungnya ada mbak-mbak yang juga ingin ke Pulo Gadung, jadi kami naik angkot dari Pondok Ungu ke Pulo Gadung. Kami berpisah di Pulo Gadung. Mbaknya naik busway dan aku sholat subuh terlebih dahulu. Seusai sholat subuh aku meneruskan perjalananku dengan naik metromini 41. Sialnya saat turun di Plumpang, HP yang belum genap 1 tahun itu harus melayang ke tangan orang lain. Sedih. Tapi yang membuat sedih karena aku harus kehilangan nomor yang menemaniku empat tahun lebih, 081915459085. Sampai sekarang pun aku masih mengingatnya. Tak terlupakan. Hmm... semoga pengalaman-pengalaman buruk itu takkan terulang di tahun keduaku.
Aku tak ingin kembali ke Jakarta dengan bus, itulah yang ku katakan pada ibuku. Ibuku pun tahu akan hal itu. Oleh sebab itulah, untuk persiapan kembalinya aku dari perjalananku besok, sore tadi aku mengirim SMS ke ibuku untuk menyiapkan tiket kereta untuk tanggal 1 Januari. Tak ingin aku kehabisan tiket seperti waktu itu. Tahukah kau apa yang ibuku katakan sore tadi saat menelponku? Besok lagi jangan bikin kredit lagi. Kemarin balik ke Jakarta lebih cepat karena untuk bayar kredit kan? Besok-besok nggak usah ikut lagi biar puas di rumah dan tidak kehabisan tiket. Iyya, ibu. Yang membuatku senang adalah jawaban ibu saat ku katakan harga tiket kereta bisnis mencapai 190 ribu. Kau tahu jawaban ibuku? Yo ra po po to? Ora sesasi pisan kog! Aku yakin toh kalau aku pulang sebulan sekali pun ibuku pasti akan memberikan yang terbaik untukku. Terima kasih, Ibu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sepatuku???

11:11 AM
Kata orang, siapa saja yang melihat angka tersebut pada jam digital atau alat penunjuk waktu lainnya, ia akan bertemu dengan orang yang ingin ditemuinya. Hmm..mungkin itu hanya kata dia. Yang jelas, benar atau tidaknya mitos tersebut, saat ini aku ingin bertemu dengan sepatu.
Hey sepatu, dimana kau?
Seperti kebiasaanku di kelas, ketika aku menumpukan badanku di sebuah kursi di depan meja kerjaku, aku selalu melepas sepatuku, menaikkan kedua kaki ke kursi, duduk bersila. Tak ada yang keberatan dengan sikapku yang satu ini. Aku justru menemukan seorang teman yang memiliki kebiasaan yang sama. Sayangnya ia tak masuk kuliah hari ini. 
Hingga tragedi ini terjadi. Walau bukan untuk yang pertama kalinya, kali ini cukup mengesalkan. Beginilah ceritanya.
Pagi ini aku bangun kesiangan (sepertinya ini tak ada hubungannya). Aku tiba di kampus sudah pukul 7.30 lebih (ini juga tak ada hubungannya, namun inilah awal ceritanya). Sudah terlambat. Tak apa. Hari ini mata kuliah Pemrograman 5. Sang dosen masih menunggu teman-temanku yang belum berdatangan. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya sang dosen mulai angkat bicara. Sambil membawa selembar kertas di tangannya ia menuju papan tulis.
"Hari ini kita bagi kelompok kecil ya." kata sang dosen sambil menuliskan nama-nama warga 406 di papan tulis.
Aku tak bisa melihat jelas nama-nama yang dituliskan sang dosen. Kacamataku tertinggal di atas lemari kosan. Kini, aku pun tak peduli siapa kelompokku karena seperti yang sudah pernah ku tuliskan "Terserah kau akan berkelompok dengan siapa saja, yang terpenting kau bisa berkomunikasi baik dengannya." Hingga empat kelompok, namaku belum tertulis. Rupanya di kelompok 5 lah namaku disematkan, Zaitun. Aku satu kelompok dengan pemilik blog Gudang Ingatan dan satu lagi, warga no. 13. Well, nice group!
"Tugasnya adalah kalian membuat Toko Online dimana setiap kelompok berbeda-beda."
Oke. Setelah semua mendapat kelompok masing-masing, kami mengelompok sesuai dengan kelompoknya. Dan aku bertiga bersama kelompok mengelompokkan diri di pojokan. Berdiskusi. Dan walau pun aku tak berada di meja kerjaku, aku tetap melakukan kebiasaanku. Kaki naik kursi. Taraaaaaa....
Kelompok 5 pun mulai merancang Toko Online kami, dan muncullah ide cemerlang itu. Toko Bunga Online, GUMILAY Florist. Dan di tengah kesibukan kami merancang Toko Online ini, salah satu orang dari Pakaian Online berkunjung. Rupanya ia berkunjung tak sekedar berkunjung. 
Setelah rancangan kami buat, kini saatnya kami mengajukan rancangan kami tersebut kepada sang penanam saham (sang dosen). Di saat itulah, aku mulai sadar. Sadar akan hilangnya sepatuku sebelah kanan. Sepatuku dimanaaaaaaaaaaa???hwaaaaaaaaaa.....toloooonnnggggg...
Baiklah aku menghadap sang dosen. Upz, rupanya sang dosen sedang tidak bersepatu. Sama mbak, ya ampuuunn...tapi sepatunya nggak hilang kan ya mbak? lantas sepatuku dimana?Aku sudah keliling kelas, membuka seluruh lemari tetap saja tak ada. Mungkin aku kurang teliti. tapi? Aku sudah bertanya pada si 'orang' dari Pakaian Online. Hmm...dia hanya memberi clue, "masih inget nggak dulu pas ilang, sepatunya dimana?"
Hmm...'orang' ini adalah orang yang dulu juga pernah menggelapkan sepatuku. Hingga saat ini, keberadaan sepatuku belum juga ditemukan. Tooloooooooooonngggg!!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

UTS Terakhir

Kehebohan ini baru saja terjadi ketika anak-anak sekelas menentukan avatarnya. Ada yang menjadi Doraemon, Doremi, Giant, Jaeco (adik Giant), Ibu Nobita, hingga monyetnya P-Man. Ada saja kekreativitasan yang tercipta dalam kelas ini. Namun, kehebohan ini tak berlangsung lama karena dalam hitungan menit dosen Sistem Operasi segera masuk ke kelas dengan memasang muka datar. Ya, beginilah dosenku yang satu ini. Terlihat cool dan santai.
Sang dosen meminta waktu beberapa menit untuk memasukkan soal UTS (P) ke dalam OES. Aku yang menunggu justru mengetik ini. Sementara ku tengok depan, samping, dan serong ku terlihat lemas, pusing. Entah karena hari ini UTS terakhir atau memang kondisi mereka sedang kurang fit. Padahal malam ini adalah malam final Sea Games cabang olahraga sepak bola antara Indonesia vs Malaysia. Apa hubungannya ya? Apa mungkin mereka sakit karena memikirkan pertandingan final malam ini? Entahlah, semoga mereka baik-baik saja dan bias mengerjakan UTS dengan baik.
Aku masih menunggu. Ku rasakan lapar karena siang ini aku tak makan sesuap nasi. Siang ini aku harus ikut mengurusi persiapan sosialisasi PEMIRA 2011. Dan akhirnya soal pun sudang terpasang di OES.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
Aku baru saja menyelesaikan UTSku. Monday, 21 November 2011, 04:09 PM adalah waktu pengumpulanku. Itu artinya sisa waktuku 21 menit. Sepertinya aku harus berterima kasih kepada beberapa orang. Yang pertama, Adinggar, terima kasih atas jawaban nomor 2 (lho?). Dan yang kedua, Raharjo, tak ada ruginya belajar bareng bersamamu. Programku jadi lebih berwarna karena ilmu yang kau ajarkan. Apalagi jurus sleep mu, itu jurus yang paling aku suka. Terima kasih sudah memberitahukan cara membungkus program itu dalam sebuah fungsi sehingga memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Selanjutnya terima kasih untuk sang dosen yang duduk tenang di pojok depan. Dan yang terakhir, terima kasih untuk MI 2010 Family, Terima kasih atas kerja samanya.Well, I LOVE TODAY. ^^. Thank you God for this Day.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz


Dan setelah server ditutup....
"Hwaaaaaaaaa......tolooooooooooooooooongggggg akuuuuuuu..... akuuu terdholimiiiiiii......"
Bagaimana tidak, setelah semua selesai, tak ada yang mengerjakan, semua merapat ke mejaku dan mengatai aku "@14y". Tidaaaaaaaaaaaaaakkkkkk.... Semua ini karena Raharjo. (padahal baru saja aku mengucap terima kasih kepadanya). Jadi beginilah cerita yang sesungguhnya. Sewaktu mengerjakan keadaan tak sehening yang terlihat. Aku berkomunikasi dengan beberapa orang. Samping kanan, depan, serong kanan, seberang samping kanan, termasuk Raharjo. Dia memamerkan programnya. Dan begitulah, ia mengerjakan sesuai dengan apa yang kami pelajari tadi siang. Dan siapa tahu, ia mengumpulkan tugas 'program' yang hitam putih, padahal aku menerapkan 'kewarnawarnian' dalam programku. Walhasil, aku dikatai alay karena warna-warni yang ku pakai. Sebenarnya tak masalah aku mau dikatain apa saja, hanya saja aku merasa 'nggak enak' karena aku menerapkan teori yang pengajarnya saja nggak menggunakan. Maaf :( Takutnya kan nilaiku lebih tinggi, kan jadi nggak enak. Tapi, semoga ini menjadi keberuntunganku karena satu tahun kebelakang aku tak pernah mendapat nilai A dari dosen ini. 
Kejadian ini mengingatku tentang seorang kawan yang sampai saat ini duduk di depanku. Entah UTS atau UAS dan dengan dosen yang sama, ia mengumpulkan tugas berwarna. Di saat cmd seluruh anak sekelas berwarna hitam, ia menggunakan warna hijau. (Semoga ingatanku ini benar. Tapi setahuku memang demikian). Yang jelas saat ini aku sudah mendapat SMS untuk segera turun ke bawah mempersiapkan sosialisasi PEMIRA 2011. Tunggu sebentar lah, tak enak jika menulis setengah jalan. Biar ku selesaikan tulisan ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bingungku

Aku tengah dilanda kebingungan.Walau sebenarnya kebingungan itu belum terlalu memuncak. Setelah kemarin Jumat aku menutup mata kuliah Bahasa Inggris dengan presentasi yang berjudul Cat, kini aku harus kembali menyiapkan materi untuk tugas Teknik Komunikasi, presentasi 20 menit non-stop. Dalam waktu 20 menit aku harus presentasi dan sudah termasuk tanya-jawab. Apa ya yang akan aku angkat sebagai bahan presentasi? Tak mungkin kan aku akan membahas kucing lagi.
Sebenarnya terlintas dalam benakku untuk membahas keunikan negara Jepang, tentang makanan-makanannya, tempat wisata, sifat orangnya, serta hal-hal unik tentang Jepang, misalnya orang Jepang tidak suka angka 4 dan 9 karena dianggap angka sial sehingga hotel-hotel pun tak ada kamar nomor 4 dan nomor 9. Begitu banyak keunikan tentang Jepang dan aku ingin sekali mengangkatnya menjadi bahan presentasi untuk mata kuliah Teknik Komunikasi. Namun, setelah ku pikir-pikir jika dalam 20 menit sudah mencakup tanya jawab, pertanyaan apa yang sekiranya terlontar untukku. Sepertinya aku harus mencari 'sesuatu' lagi yang menarik untuk dipresentasikan. Tapi apa ya? Have you got any idea?
Sejauh ini aku mengerjakan tugas sesuai dengan kesukaanku. Seperti tugas presentasi Bahasa Inggris, aku membahas Kucing karena aku memang suka kucing. Aku mengerjakan tugas Pemrograman 5 ketika aku mendapat tugas membuat website pribadi, terserah apa isinya yang penting sesuai dengan format yang telah diberikan. Beberapa hari sempat mengalami kebingungan, ujung-ujungnya aku membuat website yang tak jauh dari sesuatu yang ku senangi. Website Kebudayaan Purworejo. Mengerjakan sesuatu yang kita senangi memang jauh lebih menyenangkan. Apapun itu kalau kita senang, pasti selalu saja mudah untuk menjalani. Begitu pula dengan hidup ini. Ada seorang teman berkata padaku, "Enak ya jadi kamu. Nggak pernah punya masalah. Hidupmu terasa menyenangkan." Sebenarnya bukan karena aku tak punya masalah, tapi bagaimana caraku dalam menghadapi masalah tersebut. Dan seperti yang ku katakan senang-->mudah. Membuat kita senang akan sesuatu yang tidak kita sukai memang susah. Tapi bukan berarti kita tidak bisa senang akan keadaan bukan?
Ketika masalah datang buatlah keadaan menjadi nyaman sehingga hatimu senang. Kalau hati senang kan semua gampang (*ting). Tapi kalau bingung gimana ya? Kalau kata orang sana jika kita bingung disuruh ndodhok alias jongkok. Kalau orang sini jika kita bingung disuruh pegangan. Aku tak tahu apa hubungan antara bingung, jongkok, dan pegangan. Mungkin mereka masih dekat hubungan kekerabatannya atau mungkin mereka itu senyawa yang terpisah ikatannya. Entahlah, aku pun tak tahu. Yang aku tahu sekarang aku bingung memikirkan tugas Teknik Komunikasi ku. Sesuatu yang aku senangi, apa ya? #masih bingung.

Sebenarnya saat sang dosen memberikan tugas itu, beliau sudah menentukan jadwal presentasi. Presentasi dimulai dari absen nomor 1. Berhubung namaku berakhiran S, maka aku mendapat urutan terakhir. Kenapa? Karena namaku diawali huruf Z. Sepertinya kebingunganku mulai berdampak buruk pada tulisanku. Lihatlah tulisan ini tiba-tiba menghitam, miring, dan kemudian bergaris bawah. Tak lama kemudian tulisan itu tercoret dengan garis hitam . Sudahlah, biarkan saja.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS