Mentoring 19.11.10
My Friends said....
mia itu.........
-Baik
-Setia
-Lembut
-Sabar
Buruknya, terkadang suka emosian
-baik, lembut, pendiem, tenang
Mia! Best roomate!
pengertian, setia, lembut ky tepung, ASYIIK!! masih banyak lagi!!!
-mia kalem, suka kerja keras, baik, hebat dalam menghadapi tantangan
-baik, kalem, telaten, sabar
pendiem
baik
kalem
tenang
pendiam
ga terbuka
>>TERIMA KASIH Kawan atas penilaian kalian kepadaku...
jika kau tanya tentang apa yang aku rasa, aku akan menjawab "entahlah".
aku tak tahu, benar tak tahu.
rindu keluarga?? aku bahkan tak keluarkan air mata untuk ungkapkan itu.
kesepian?? aku di kelilingi orang-orang yang menyayangiku.
sedih?? apa yang membuat aku sedih?
seneng?? ada sesuatu yang mengganjal dalam hati dan pikiran...
aku benar tak tahu apa yang ku rasa..
aku hanya merasakan sesuatu yang berbeda dalam kehidupanku....
mungkin karena aku tak setiap hari melihat senyum tawa orang tua, kakak dan adikku...
mungkin karena aku rindu tingkah laku teman-teman lamaku...
mungkin karena aku berada di daerah asing yang berbeda dengan daerahku..
mungkin karena aku kehilangan sesuatu...
1 september 2010 -- 18 november 2010
secara resmi, aku menjalani kehidupanku yang berbeda. baru sekitar 2,5 bulan.
lagi-lagi ku katakan, aku tak tahu yang ku rasa.
ketika ku jalani hariku pada 7.30 am -4.30 pm ku rasakan dekat dengan mereka. semua teman yang 'gila'. sungguh, walau baru 2,5 bulan, mereka tak terasa asing, seperti sudah bertahun-tahun mengenal mereka.
menyenangkan. terima kasih kawan.
tapi aku bingung, pada waktu itu juga ku merasakan sebuah 'ketidaksemangatan'. apa aku.......????
stop berhenti tentang hal itu. aku tak ingin orang tuaku kecewa karena aku. ku coba berkali-kali menepis hal itu. harus....harus....harus....berkali ku sampaikan pada Penciptaku, ku tekatkan hati, ku bulatkan niat...
Aku adalah seorang yang individualis.
mungkin itulah yang akan orang-orang katakan ketika mereka mengenalku.
aku merasakan hal itu. dan ketika ku tanyakan pada diriku sendiri, aku pun akan menjawab "itu benar"
aku tak pernah meminta aku menjadi diriku seperti ini. besar harapanku untuk merubahnya, tapi begitu susah ketika mencoba.
sebenarnya bukan karena aku bersifat individualis, tapi karena aku termasuk orang yang nggak akan bereaksi ketika tidak ada reaksi. aku tak akan menyapa sebelum disapa. aku akan diam ketika orang tak memulai bicara. sungguh aku tersiksa dengan keadaan seperti itu, membuatku tak punya banyak kawan.
walau demikian, aku selalu dipertemukan dengan orang-orang yang selalu mengerti keadaanku. tapi, selalu juga hanya beberapa orang. andai banyak orang mengerti benar keadaan ku seperti orang-orang terdekatku mengertiku.







