RSS

LDKI 2012

Sertijab @LDKI
ha.ha.ha. Foto itu...

Entah harus senang atau sedih mengingat LDKI 2012, 6 Oktober lalu. Tak terasa satu tahun begitu cepat. Aku masih ingat ketika waktu itu, aku tertawa hingga menangis, merasakan 'shock' yang dahsyat luar biasa saat diumumkan sebagai Ketua Keputrian 2011/2012. Mungkin karena memang tak terpikirkan sebelumnya, dan memang tidak ada niatan, aku pun merasa sedikit terbebani. Tetapi, bagaimana pun, amanah harus tetap dijalankan sebaik mungkin. Dan aku pun berhasil melewati satu tahun itu. Aku merasa masih banyak kekurangan jika dibandingkan kepengurusan sebelumnya, namun aku tetap berusaha. Dan bagaimana pun orang memandang satu tahun Keputrian Rohis Asy-Syabab di tahun 2011/2012, itulah yang sudah ku lalukan. 
Kini saatnya aku digantikan dengan ketua yang baru. Dan melalui LDKI 2012 kemarin terpilihlah Fitroh Galuh sebagai ketua Keputrian 2012/2013. Semoga di bawah kepemimpinannya, keputrian menjadi lebih baik :)
Dia orang yang sudah ku anggap adik sendiri. Bahkan ketika dia (pura-pura) sakit saat Tafakur Alam, aku panik setengah marah. (hehe)
Aku senang, ku rasa aku tidak salah memilih orang. Dia begitu mantap mendapatkan amanah ini, tak sepertiku dulu. Aku senang karena amanah yang selama ini menjadi beban sudah berpindah tangan. Aku tidak pernah berpikir menjadi seorang pemimpin karena prinsipku:
lebih baik menjadi orang kecil yang memberi kontribusi besar daripada menjadi orang besar yang memberi kontribusi kecil
Ketika aku menjadi orang besar, justru aku terbebani. Aku belum bisa menjadi orang besar yang memberi kontribusi besar. Tapi, aku kan tetap berusaha.
Selain merasa senang, aku juga merasakan kesedihan itu. Mengenang bagaimana susah senangnya saat berkumpul bersama Keputrian dalam berbagai event.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Number One For Me

Akhir-akhir ini emosiku sedang tidak stabil, mungkin karena banyaknya tugas yang memaksa untuk mengerjakannya, ditambah tamu bulanan yang sedikit menumbuhkan 'tanduk'ku. Rasanya begitu garuh (gundah gulana). Aku menangis, memanggil nama ibu, memohon ketenangan hati pada Alloh SWT.
Sekarang aku merasa sudah sedikit tenang, mungkin karena ini akhir pekan, saatnya berlibur (sesaat) dari tugas-tugas, walaupun sebenarnya PR sudah menggunung, memanggil-manggil setidaknya untuk melihatnya saja.
Ketika aku bersedih, merasa gelisah, aku ingin mendengarkan lagu-lagu yang menyejukkan hati. Dan entah mengapa, aku teringat satu buah album, yang diberikan kakak kelasku dulu, Thank You Alloh - Maher Zain. Lagu-lagunya begitu menyentuh kalbu, setidaknya membuatku merasa lebih tenang. Aku pun bercerita kepada Sichi, temanku yang begitu suka lagu-lagu Maher Zain. Rupanya ia memiliki lagu-lagu baru dari Maher Zain. Aku pun memintanya. Satu buah album berjudul Forgive Me. Dan dari album itu, ada satu buah lagu yang ku suka. Number One For Me.
Aku akan menuliskan liriknya, semoga kalian akan menyukainya juga. Lirik ini diambil dari http://www.elyrics.net/read/m/maher-zain-lyrics/number-one-for-me-lyrics.html

Number One For Me
i was a foolish little child
crazy things i used to do
and all the pain i put you through
mama now i'm here for you

for all the times i made you cry
the days i told you lies
now it's time for you to rise
for all the things you sacrificed

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Masih saja -_-

7 Oktober 2012
aku lebih suka mempelajari ilmu pengetahuan daripada teknologi
aku lebih suka mengenal berbagai macam tumbuhan dan hewan daripada mengenal berbagai jenis gadget canggih

30 September 2012
Andai ERP itu seperti persamaan matematika yang perlu diotak-atik, pasti lebih bersemangat mempelajarinya..
Andai Proyek Pemrogaman itu seperti reaksi kimia yang perlu disetarakan, pasti lebih asyik mempelajarinya..
Andai Etika profesi itu seperti rumus-rumus fisika yang membutuhkan logika, pasti lebih seru mempelajarinya..


Baru 3 minggu aku di semester 5. Seminggu lagi, UTS menanti. Waktu begitu cepat dan tugas begitu banyak. Sayangnya, ilmu yang masuk ke otak ini begitu lambat dan sedikit. 
Hingga saat ini rasanya masih ada penolakan dalam diri ini, masih saja merasa salah jurusan. Apalagi di semester 5 ini. Hampir semua mata kuliah adalah teori. Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, ERP (Enterprise Resource Planning), Etika Profesi, Proyek Pemrograman. Dari kelima mata kuliah itu, hanya proyek pemrograman yang sedikit menggelitikku untuk mempelajarinya. Sementara mata kuliah yang lain, hmmm.. membuat makalah, presentasi, opini, paper, nggak gw banget!!
Namun, bagaimana pun, apapun yang ku rasakan saat ini, AKU TAKKAN KALAH, aku tak ingin dikalahkan semester 5, aku pasti bisa menghajarnya, menakhlukkannya. 
Pasti BISA!!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SNEEMO 2012

Batik @SNEEMO 2012
Alloh Maha Penyayang :)
I LOVE ALLOH :*
Keinginan itu sudah tertulis, berharap segera tercoret setelah keinginan itu menjadi kenyataan. Sayangnya, ketika waktu itu tiba, maka keinginan hanya sebatas impian yang tak mungkin terwujud. Apakah itu?
.ikut SNEEMO
itu adalah salah satu resolusiku di tahun 2012. SNEEMO merupakan kepanjangan dari Seminar Nasional “Efisiensi Energi untuk Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur & Otomotif Nasional”.  
Tahun ini adalah tahun ketiga SNEEMO ini digelar dan tahun ini aku mengikutinya, maka tahun ini adalah tahun kedua aku menjadi peserta.
Tahun lalu, peserta yang dari kalangan mahasiswa diambil dari 3 besar masing-masing prodi. Perwakilan BEM juga mendapat jatah untuk menjadi peserta. Selain itu, mahasiswa yang datang ke Seminar Nasional itu adalah panitia yang membantu jalannya seminar.
Aku bukan anggota BEM, tentu saja aku tak mendapat undangan khusus. Aku juga tak jadi panitia, bahkan aku tak tahu akan adanya SNEEMO saat itu. Dan apakah aku 3 besar di MI 2010? Tidak juga. Lantas apakah aku mengikuti SNEEMO 2011? Ya.
Kog bisa? Bisa dong.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tempelan


Hidup di Jakarta membuatku berpikir banyak hal. Segala rumor tentang Jakarta ternyata bukan hanya omongan atau sekedar berita di televisi. Mulai dari kemacetan yang sampai saat ini belum teratasi, banjir di musim penghujan, rumah-rumah kumuh di kolong jembatan atau di sepanjang rel kereta api, sampah-sampah yang semakin menggunung, hingga kriminalitas tingkat dewa.
Ketika ku mulai menginjakkan kaki di ibukota ini hingga lebih 2 tahun aku merasakan suasana Jakarta, ku temukan fenomena-fenomena di atas. Miris melihatnya. Ketika sungai-sungai hitam dengan bau tak sedap terdapat ribuan sampah yang mengapung di atasnya. Ketika ratusan mobil berada di jalanan, suara klakson tak henti-hentinya terdengar. Dan melihat sifat orang-orang Jakarta yang tidak sabaran, lampu merah di perempatan jalan seakan tak berguna. Jalan trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki pun menjadi jalan tersendiri bagi para pengguna motor yang tak ingin terhimpin kemacetan. Dan untuk soal kriminalitas, maka tak perlu dipertanyakan lagi. Aku pernah menjadi korban dari tindak kriminalitas itu, saat seseorang mencoba mencuri dompetku dengan cara menyilet tasku atau ketika seseorang berhasil mengambil handphone tanpa sepengetahuanku.
Ada satu hal lagi yang ku ketahui tentang Jakarta, yaitu ketika orang-orang mulai menghalalkan segala cara agar ia mendapatkan uang demi sesuap nasi. Mungkin ini sudah termasuk tindak criminal, tapi aku rasa ini berbeda. Bukan. Bukan korupsi. Korupsi bukan suatu yang aneh di negeri ini. Sudah banyak orang yang membicarakannya. Lantas apa? Yaitu ketika orang sudah tak memiliki rasa malu.
Baiklah, tak perlu berbasa-basi lagi. Disini aku hanya ingin sekedar sharing, tanpa bermaksud untuk menjelek-jelekkan yang bersangkutan. Ini benar-benar terjadi di kehidupanku.
Dulu waktu aku SMA, aku belum pernah merasakan dunia kosan. Dan semenjak kuliah, lebih tepatnya di Jakarta, aku mulai merasakan menjadi anak kos, pisah dengan orang tua, dan tinggal dengan orang yang tak ada ikatan darah dengan kita.
Kosan pertamaku berada di Jalan Jati XI, lurus terus dari arah kampus. Aku tinggal sekamar dengan temanku beda prodi. Namanya Vita, asal Malang. Bapak kosku bekerja yang aku tak tahu dimana, sementara ibu kos jaga warung Es Kelapa Muda di depan kamar kami (aku dan Vita). Setahuku, anak mereka berjumlah 4 orang, 2 cewek dan 2 cowok.
Selama menjadi anak kos disana, aku merasa nyaman. Bapak kos begitu baik. Awal aku ngekos disana segala peralatanku disediakan. Mulai dari bantal guling, lemari, hingga ember untuk mencuci pakaian. Ibu kos juga baik. Ketika ibu memasak lebih, maka ia membaginya dengan kami.
Akan tetapi, aku tak tahu pasalnya kenapa tiba-tiba muncul peraturan-peraturan itu.
1.       Tamu tidak boleh mandi di kosan.
2.       Tamu tidak boleh men-charge laptop di kosan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS