RSS

UTS Terakhir

Kehebohan ini baru saja terjadi ketika anak-anak sekelas menentukan avatarnya. Ada yang menjadi Doraemon, Doremi, Giant, Jaeco (adik Giant), Ibu Nobita, hingga monyetnya P-Man. Ada saja kekreativitasan yang tercipta dalam kelas ini. Namun, kehebohan ini tak berlangsung lama karena dalam hitungan menit dosen Sistem Operasi segera masuk ke kelas dengan memasang muka datar. Ya, beginilah dosenku yang satu ini. Terlihat cool dan santai.
Sang dosen meminta waktu beberapa menit untuk memasukkan soal UTS (P) ke dalam OES. Aku yang menunggu justru mengetik ini. Sementara ku tengok depan, samping, dan serong ku terlihat lemas, pusing. Entah karena hari ini UTS terakhir atau memang kondisi mereka sedang kurang fit. Padahal malam ini adalah malam final Sea Games cabang olahraga sepak bola antara Indonesia vs Malaysia. Apa hubungannya ya? Apa mungkin mereka sakit karena memikirkan pertandingan final malam ini? Entahlah, semoga mereka baik-baik saja dan bias mengerjakan UTS dengan baik.
Aku masih menunggu. Ku rasakan lapar karena siang ini aku tak makan sesuap nasi. Siang ini aku harus ikut mengurusi persiapan sosialisasi PEMIRA 2011. Dan akhirnya soal pun sudang terpasang di OES.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
Aku baru saja menyelesaikan UTSku. Monday, 21 November 2011, 04:09 PM adalah waktu pengumpulanku. Itu artinya sisa waktuku 21 menit. Sepertinya aku harus berterima kasih kepada beberapa orang. Yang pertama, Adinggar, terima kasih atas jawaban nomor 2 (lho?). Dan yang kedua, Raharjo, tak ada ruginya belajar bareng bersamamu. Programku jadi lebih berwarna karena ilmu yang kau ajarkan. Apalagi jurus sleep mu, itu jurus yang paling aku suka. Terima kasih sudah memberitahukan cara membungkus program itu dalam sebuah fungsi sehingga memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Selanjutnya terima kasih untuk sang dosen yang duduk tenang di pojok depan. Dan yang terakhir, terima kasih untuk MI 2010 Family, Terima kasih atas kerja samanya.Well, I LOVE TODAY. ^^. Thank you God for this Day.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz


Dan setelah server ditutup....
"Hwaaaaaaaaa......tolooooooooooooooooongggggg akuuuuuuu..... akuuu terdholimiiiiiii......"
Bagaimana tidak, setelah semua selesai, tak ada yang mengerjakan, semua merapat ke mejaku dan mengatai aku "@14y". Tidaaaaaaaaaaaaaakkkkkk.... Semua ini karena Raharjo. (padahal baru saja aku mengucap terima kasih kepadanya). Jadi beginilah cerita yang sesungguhnya. Sewaktu mengerjakan keadaan tak sehening yang terlihat. Aku berkomunikasi dengan beberapa orang. Samping kanan, depan, serong kanan, seberang samping kanan, termasuk Raharjo. Dia memamerkan programnya. Dan begitulah, ia mengerjakan sesuai dengan apa yang kami pelajari tadi siang. Dan siapa tahu, ia mengumpulkan tugas 'program' yang hitam putih, padahal aku menerapkan 'kewarnawarnian' dalam programku. Walhasil, aku dikatai alay karena warna-warni yang ku pakai. Sebenarnya tak masalah aku mau dikatain apa saja, hanya saja aku merasa 'nggak enak' karena aku menerapkan teori yang pengajarnya saja nggak menggunakan. Maaf :( Takutnya kan nilaiku lebih tinggi, kan jadi nggak enak. Tapi, semoga ini menjadi keberuntunganku karena satu tahun kebelakang aku tak pernah mendapat nilai A dari dosen ini. 
Kejadian ini mengingatku tentang seorang kawan yang sampai saat ini duduk di depanku. Entah UTS atau UAS dan dengan dosen yang sama, ia mengumpulkan tugas berwarna. Di saat cmd seluruh anak sekelas berwarna hitam, ia menggunakan warna hijau. (Semoga ingatanku ini benar. Tapi setahuku memang demikian). Yang jelas saat ini aku sudah mendapat SMS untuk segera turun ke bawah mempersiapkan sosialisasi PEMIRA 2011. Tunggu sebentar lah, tak enak jika menulis setengah jalan. Biar ku selesaikan tulisan ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bingungku

Aku tengah dilanda kebingungan.Walau sebenarnya kebingungan itu belum terlalu memuncak. Setelah kemarin Jumat aku menutup mata kuliah Bahasa Inggris dengan presentasi yang berjudul Cat, kini aku harus kembali menyiapkan materi untuk tugas Teknik Komunikasi, presentasi 20 menit non-stop. Dalam waktu 20 menit aku harus presentasi dan sudah termasuk tanya-jawab. Apa ya yang akan aku angkat sebagai bahan presentasi? Tak mungkin kan aku akan membahas kucing lagi.
Sebenarnya terlintas dalam benakku untuk membahas keunikan negara Jepang, tentang makanan-makanannya, tempat wisata, sifat orangnya, serta hal-hal unik tentang Jepang, misalnya orang Jepang tidak suka angka 4 dan 9 karena dianggap angka sial sehingga hotel-hotel pun tak ada kamar nomor 4 dan nomor 9. Begitu banyak keunikan tentang Jepang dan aku ingin sekali mengangkatnya menjadi bahan presentasi untuk mata kuliah Teknik Komunikasi. Namun, setelah ku pikir-pikir jika dalam 20 menit sudah mencakup tanya jawab, pertanyaan apa yang sekiranya terlontar untukku. Sepertinya aku harus mencari 'sesuatu' lagi yang menarik untuk dipresentasikan. Tapi apa ya? Have you got any idea?
Sejauh ini aku mengerjakan tugas sesuai dengan kesukaanku. Seperti tugas presentasi Bahasa Inggris, aku membahas Kucing karena aku memang suka kucing. Aku mengerjakan tugas Pemrograman 5 ketika aku mendapat tugas membuat website pribadi, terserah apa isinya yang penting sesuai dengan format yang telah diberikan. Beberapa hari sempat mengalami kebingungan, ujung-ujungnya aku membuat website yang tak jauh dari sesuatu yang ku senangi. Website Kebudayaan Purworejo. Mengerjakan sesuatu yang kita senangi memang jauh lebih menyenangkan. Apapun itu kalau kita senang, pasti selalu saja mudah untuk menjalani. Begitu pula dengan hidup ini. Ada seorang teman berkata padaku, "Enak ya jadi kamu. Nggak pernah punya masalah. Hidupmu terasa menyenangkan." Sebenarnya bukan karena aku tak punya masalah, tapi bagaimana caraku dalam menghadapi masalah tersebut. Dan seperti yang ku katakan senang-->mudah. Membuat kita senang akan sesuatu yang tidak kita sukai memang susah. Tapi bukan berarti kita tidak bisa senang akan keadaan bukan?
Ketika masalah datang buatlah keadaan menjadi nyaman sehingga hatimu senang. Kalau hati senang kan semua gampang (*ting). Tapi kalau bingung gimana ya? Kalau kata orang sana jika kita bingung disuruh ndodhok alias jongkok. Kalau orang sini jika kita bingung disuruh pegangan. Aku tak tahu apa hubungan antara bingung, jongkok, dan pegangan. Mungkin mereka masih dekat hubungan kekerabatannya atau mungkin mereka itu senyawa yang terpisah ikatannya. Entahlah, aku pun tak tahu. Yang aku tahu sekarang aku bingung memikirkan tugas Teknik Komunikasi ku. Sesuatu yang aku senangi, apa ya? #masih bingung.

Sebenarnya saat sang dosen memberikan tugas itu, beliau sudah menentukan jadwal presentasi. Presentasi dimulai dari absen nomor 1. Berhubung namaku berakhiran S, maka aku mendapat urutan terakhir. Kenapa? Karena namaku diawali huruf Z. Sepertinya kebingunganku mulai berdampak buruk pada tulisanku. Lihatlah tulisan ini tiba-tiba menghitam, miring, dan kemudian bergaris bawah. Tak lama kemudian tulisan itu tercoret dengan garis hitam . Sudahlah, biarkan saja.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Spesial Tere Liye

Aku bukan lah orang yang senang membaca, apapun itu. Entah buku, koran, majalah, website, atau apalah. Aku tak suka, tak tertarik. Semasa aku SMA, melihat kawanku membawa sebuah novel tebal, aku tak sedikit pun tertarik untuk membacanya. Novel setenar apapun aku tak berminat. Bahkan ketika novel itu difilmkan dan film itu booming, aku hanya menyentuhnya. Lagi-lagi ku katakan, tidak tertarik. Hingga aku sekarang ini, ketika aku dipertemukan dengan dia, seorang sahabat yang begitu suka dan cinta dengan novel dan komik. Aku diperkenalkannya dengan keasyikan membaca novel. Novel pertama yang ia pinjamkan kepadaku, karya Andrea Hirata, Dwilogi Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas. Butuh waktu beberapa hari untuk menyelesaikannya. Dan novel kedua yang ku baca, Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy. Novel yang menyita waktu liburanku di rumah.
Ibarat sebuah pertemanan, aku sudah kenal dengan keasyikan membaca novel. Namun, aku belum bisa akrab dengannya. Hingga suatu hari entah kebetulan atau tidak, dia menemukan seorang penulis yang membuatku jatuh cinta akan karya-karyanya. Novel luar biasa dengan penyampaian cerita yang sederhana, mudah mengerti, tidak bertele-tele, dan menyentuh hati. Novel karangannya yang tebalnya lebih dari 5 cm bisa ku habiskan dalam waktu kurang dari 2 hari. Ceritanya sungguh menarik dan membuat orang penasaran. Sekali membaca novelnya maka kau akan tertarik dengan novel-novelnya yang lain. Mungkin kau tak kan percaya sebelum kau membuktikannya dengan membaca novel-novelnya. Berikut akan aku tuliskan kata-kata (quotes) yang terdapat dalam novel-novel Tere Liye. Mungkin dengan membacanya kau akan menemukan “sesuatu” yang bisa mengubah hidupmu.

“Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...
Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.
Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku.
― Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa ”

“Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin kerana kekurangan fizikal, tidak ada kesempatan, atau tidak pernah 'terpilih' di dunia yang amat keterlaluan mencintai harta dan penampilan wajah.) Yakinlah, wanita-wanita solehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, bersedekah dan berkongsi, berbuat baik dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari syurga. Dan khabar baik itu pastilah benar, bidadari syurga parasnya cantik luar biasa.”
― Tere Liye, Bidadari Bidadari Surga

“Maha Suci Engkau Ya Allah, yang telah menciptakan perasaan. Maha Suci Engkau yang telah menciptakan ada dan tiada. Hidup ini adalah penghambaan. Tarian penghambaan yang sempurna. Tak ada milik dan pemilik selain Engkau. Tak ada punya dan mempunyai selain Engkau.
Tetapi mengapa Kau harus menciptakan perasaan? Mengapa Kau harus memasukkan bongkah yang disebut dengan "perasaan" itu pada mahkluk ciptaanMu? Perasaan kehilangan...perasaan memiliki...perasaan mencintai...
Kami tak melihat, Kau berikan mata; kami tak mendengar, Kau berikan telinga; Kami tak bergerak, Kau berikan kaki. Kau berikan berpuluh-puluh nikmat lainnya. Jelas sekali, semua itu berguna! Tetapi mengapa Kau harus menciptakan bongkah itu? Mengapa Kau letakkan bongkah perasaan yang seringkali menjadi pengkhianat sejati dalam tubuh kami. Mengapa? ”
― Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa

“Daun yang jatuh tak pernak membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.”
― Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

“saudara-saudara kita menjadi tameng api neraka kita , maka berbuat baiklah pada mereka ...sungguh, saudara kita akan menjadi penghalang siksa dan azab himpitan liang kubur..”
― Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa

“kebahagiaan adalah kesetiaan.. setia atas indahnya merasa cukup.. setia atas indahnya berbagi.. setia atas indahnya ketulusan berbuat baik..”
― Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah

“Bagi manusia, hidup itu juga sebab-akibat, Ray. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu.... Saling mempengaruhi, saling berinteraksi.... Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit.”
― Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”
― Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

“Penjajah itu tidak tahu kekuatan bersabar. Kekuatan ini bahkan lebih besar dibandingkan peledak berhulu nuklir. Alam semesta selalu bersama orang-orang yang sabar.”
― Tere Liye, Ayahku (Bukan) Pembohong

“Hanya orang-orang dengan hati damailah yang boleh menerima kejadian buruk dengan lega.”
― Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

“Ibu, rasa nyaman selalu membuat orang-orang sulit berubah. Celakanya, kami sering kali tidak tahu kalau kami sudah terjebak oleh perasaan nyaman itu... Padahal di luar sana, di tengah hujan deras, petir, guntur, janji kehidupan yang lebih baik boleh jadi sedang menanti. Kami justru tetap bertahan di pondok reot dengan atap rumbia yang tampias di mana-mana, merasa nyaman, selalu mencari alasan untuk berkata tidak atas perubahan, selalu berkata 'tidak'...

Ibu, rasa takut juga selalu membuat orang-orang sulit berubah. Celakanya, kami sering kali tidak tahu kalau hampir semua yang kami takuti hanyalah sesuatu yang bahkan tidak pernah terjadi... Kami hanya gentar oleh sesuatu yang boleh jadi ada, boleh jadi tidak. Hanya mereka-reka, lantas menguntai ketakutan itu, bahkan kami tega menciptakan sendiri rasa takut itu, menjadikannya tameng untuk tidak mau berubah.”
― Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah

“Benarlah. Jika kalian sedang bersedih, jika kalian sedang terpagut masa lalu menyakitkan, penuh penyesalah seumur hidup, salah satu obatnya adalah dengan menyadari masih banyak orang lain yang lebih sedih dan mengalami kejadian lebih menyakitkan dibandingkan kalian. Masih banyak orang lain yang tidak lebih beruntung dibandingkan kita. Itu akan memberikan pengertian bahwa hidup ini belum berakhir. Itu akan membuat kita selalu meyakini : setiap makhluk berhak atas satu harapan.”
― Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah

“Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya.”
― Tere Liye, Kisah Sang Penandai

“Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan. Kemudian kau akan membenak pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tahu apa itu, karna ilmumu terbatas. Kau hanya yakin , bila tidak di kehidupan ini suatu saat nanti pasti akan ada yang lebih mempesona dibanding menatap sepotong rembulan yang sedang bersinar indah.”
― Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

“Gadis kecil itu benar sekali.. mengapa dunia diciptakan dengan penuh perbedaan. Yang satu dilebihkan dari yang lain... ada yang bisa melihat. Bisa mendengar, ada juga yang tidak. Ada yang cerdas, ada yang tidak. Apakah semua itu adil? Apakah takdir itu adil? Padahal bukankah semua pembeda itu hanyalah semu. Tidak hakiki. Ketika sang waktu menghabisi segalanya, bukankah semua manusia sama...”
― Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah
Bagaimana menurutmu? Cukup menyentuh hati bukan? Kini bukan hanya dia yang menanti novel Tere Liye yang lain, namun aku juga.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

:(

Begitu sedihnya ketika ku dapati flashdisk orange ku corrupt. Berawal ketika UTS tadi dan ternyata merambat kemana-mana. Di tengah kesedihan itu, aku berniat untuk memformat ulang flasdisk bernama MEO^^NK itu. Namun, aku bukan seorang yang bodoh yang langsung memformat begitu saja. Aku menyelamatkan file-file yang masih bisa diselamatkan. Dan di antara file tersebut, terdapat file berekstensi .docx dengan judul Mungkin. Dan ketika ku buka, demikian lah adanya.

18 Oktober 2011
Mungkin aku hanya berhalusinasi. Dan mungkin tak seharusnya ku tuliskan mungkin karena pada kenyataannnya aku memang hanya berhalusinasi, sekedar berangan-angan. Entah mengapa sedari kemarin aku mendengar deburan ombak selatan. Ku yakin itu jelas bukan suara ombak pantai selatan. Mungkin itu suara angin yang sedikit keras yang akhir-akhir ini sering menghempas Jakarta.
Sekarang aku tengah tak peduli pada sekitarku. Bahkan ketika semua mulai mengelompok sendiri sesuai dengan kelompoknya, aku tetap duduk santai serasa tak punya tanggungan. Ku biarkan kelompokku yang mencariku. Itu pun kalau mereka ingat aku adalah kelompoknya. Terserahlah. Hari ini aku sedang tak  bersemangat.
Hampir sebulan tulisan itu bersarang di flashdiskku.Aku merindukan rumahku. Tiga bulan sudah aku tak berada di rumahku disana. Aku ingin pulang. Tapi mungkin keinginan itu baru akan terwujud sebulan mendatang. Lebih dari sebulan aku harus menunggu hari yang bahagia itu.Walau bahaya di luar membayangiku, aku tak pernah takut untuk melakukan perjalanan itu sendiri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tragedi Indah ^^

Pagi yang indah ya? Begitu terik dan menyenangkan. Walau sebenarnya setiap hari juga begitu. Apa berarti tiap pagi selalu indah?
Indah? Saat ini 14:44 AM, kata indah selalu disebut-sebut. Namun, sepertinya indah yang satu membuat mereka emosi. Lihatlah ekspresi mereka. Tak ada gurat senyum di wajah mereka. Ada apa gerangan?
Pagi ini memang indah tapi cukup membuat kami merasakan kegundahan. SMS yang ku sebar tadi malam mengabarkan bahwasanya esok hari (yang tak lain hari ini) kami harus menghadapi UTS yang sempat tertunda, yaitu Pemrograman 5(P). Walaupun kami masuk pukul 7.30 AM, kami memulai UTS pukul 09.00 dan harus dikumpulkan maksimal 11.00 AM.
Mulai semester 3 ini, system pengumpulan tugas berbeda dengan semester-semester yang lalu. Semester ini kita harus mengupload tugas kita ke sebuah jaringan LAN yang dinamakan OES (Online Education System). Dengan system ini semua terlihat jelas waktu keterlambatan kita. Yang jelas membuat kami, keluarga MI, terlihat kuwalahan.


Dan UTS kali ini, OES tidak digunakan. UTS dikumpulkan melalui mapping. ah, tak tahu mengapa ada seperti itu. Yang membuat kelas panas ketika jam di dinding menunjukkan pukul 11.00 AM. Ada salah satu kawanku yang belum mengumpulkan. Ia tidak bisa melakukan mapping menuju foldernya. Dan akhirnya tragedi indah itu pun terjadi. Keadaan memanas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS